Kompas.com - 03/06/2017, 04:35 WIB
Ilustrasi Pemilu SERAMBI/M ANSHARIlustrasi Pemilu
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Usulan pembentukan daerah pemilihan (dapil) luar negeri diajukan kepada Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu). Dapil tersebut diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri.

Usulan tersebut diajukan oleh Diaspora Indonesia saat audiensi bersama Pansus RUU Pemilu, Jumat (2/6/2017).

Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy menuturkan, poin tersebut sudah pernah diusulkan dalam pembahasan pansus namun tak dibahas. Usulan tersebut berpeluang untuk diakomodasi, terlebih DPR dan Pemerintah telah menyepakati penambahan 15 kursi DPR RI.

"Bisa jadi. Kan kita masih ada peluang, ada penambahan 15 kursi DPR," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Saat ini, WNI di luar negeri digabungkan dengan dapil DKI Jakarta 2. Lukman menyampaikan, selain membentuk dapil luar negeri, opsi lainnya adalah dengan menambah kursi di dapil DKI Jakarta 2.

"Jumlah potensi WNI di luar negeri kita konversikan dalam formula yang sama dengan yang ada di dalam negeri. Artinya, harus ada penambahan jumlah anggota DPR dapil DKI 2," tuturnya.

(Baca: Ini Empat Isu dalam RUU Pemilu yang Bakal Divoting di Paripurna)

Salah satu keluhan yang disampaikan adalah karena permasalahan atau isu di Jakarta berbeda dengan permasalahan WNI di luar negeri sehingga dianggap tak memenuhi keterwakilan. Untuk menjawab persoalan tersebut, Lukman mengatakan nantinya bisa saja diatur secara teknis.

"Pada akhirnya nanti wakil rakyat dari dapil DKI 2 akan dominan isu luar negeri," ucap Lukman.

Selain itu, calon-calon legislatif dari luar negeri bisa pula diakomodasi untuk masuk ke dapil DKI 2.

"Itu opsi. Tidak dibikin dapil sendiri, tetap gabung dapil DKI 2 tapi ruang untuk mereka mencaleg-kan dibuka lebar. Sehingga akan banyak daftar caleg dari WNI yang di luar negeri," kata dia.

Urgensi dapil luar negeri

Koordinator Gugus Tugas Advokasi Dapil Luar Negeri Diaspora Indonesia, Mohamad Al-Arief menyampaikan sejumlah alasan pentingnya pembentukan dapil luar negeri.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, WNI yang berdomisili di luar negeri berjumlah hampir 4,7 juta orang. Jumlah tersebut sama dengan jumlah penduduk Republik Irlandia dan Costa Rika.

Saat ini, suara WNI di luar negeri digabungkan ke dapil DKI Jakarta 2, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Padahal, jumlah warga di dua wilayah tersebut bahkan jauh lebih sedikit dari jumlah WNI di luar negeri. Jumlah warga Jakarta pusat sekitar 900.000 dan Jakarta Selatan 2,3 juta.

(Baca: RUU Pemilu, Data Anggota Parpol Jadi Krusial)

"Jadi sebenarnya jumlah warga negara Indonesia di luar negeri lebih banyak dari populasi dua kota administrasi tersebut," kata Arief.

Sementara, perwakilan dapil DKI Jakarta 2 terkadang lupa bahwa WNI di luar negeri juga merupakan konstituen mereka.

"Tujuh wakil kami di DPR suka lupa konstituen mereka juga ada di luar negeri," sambungnya.

Kondisi ini dinilai berpengaruh pada keterwakilan WNI di luar negeri tersebut. Keterwakilan mereka di parlemen tak jelas, padahal kontribusinya besar bagi negara.

Arief menuturkan, pihaknya khawatir para diaspora menjadi enggan berpartisipasi dalam proses politik tanah air dan hubungan mereka dengan Indonesia pudar. Jika nantinya dapil luar negeri jadi dibentuk, Arief memperkirakan biaya untuk berhubungan dengan konstituennya juga tak akan tinggi.

"Bahkan mungkin kami bilang cost-nya lebih murah ketimbang terbang ke pulau terluar. Banyak organisasi diaspora yang bisa memfasilitasi itu dengan skype, video conference, dan lainnya," tuturnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Nasional
ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
Eks Ketum FPI dan Panitia Maulid Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Eks Ketum FPI dan Panitia Maulid Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Nasional
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Nasional
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara

Nasional
Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Berhentikan Pegawai KPK, WP: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Presiden

Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Berhentikan Pegawai KPK, WP: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Presiden

Nasional
Jokowi Arahkan Tindaklanjuti 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Ini kata BKN

Jokowi Arahkan Tindaklanjuti 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Ini kata BKN

Nasional
Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Selasa, Salah Satunya di Kawasan Industri Jababeka

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Selasa, Salah Satunya di Kawasan Industri Jababeka

Nasional
Nilai Distribusi Vaksin di Dunia Tak Merata, Ketua DPR: Perlu Solidaritas Global

Nilai Distribusi Vaksin di Dunia Tak Merata, Ketua DPR: Perlu Solidaritas Global

Nasional
Anggota Dewas KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi Terkait TWK Pegawai KPK

Anggota Dewas KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
7 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kirim Surat Keberatan ke Firli Cs

7 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kirim Surat Keberatan ke Firli Cs

Nasional
Alasan Jaksa Tuntut Rizieq 10 Bulan Penjara di Kasus Kerumunan Megamendung

Alasan Jaksa Tuntut Rizieq 10 Bulan Penjara di Kasus Kerumunan Megamendung

Nasional
Polri: Munarman Ditahan Sejak 7 Mei 2021 dan Boleh Dikunjungi

Polri: Munarman Ditahan Sejak 7 Mei 2021 dan Boleh Dikunjungi

Nasional
Pernyataan Jokowi Dinilai Kuatkan Dugaan TWK Hanya Digunakan Untuk Singkirkan Punggawa KPK

Pernyataan Jokowi Dinilai Kuatkan Dugaan TWK Hanya Digunakan Untuk Singkirkan Punggawa KPK

Nasional
Antisipasi Lonjakan Covid-19, RSD Wisma Atlet Siapkan hingga 10.000 Tempat Tidur

Antisipasi Lonjakan Covid-19, RSD Wisma Atlet Siapkan hingga 10.000 Tempat Tidur

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X