Libur 1 Juni, Megawati Harap Masyarakat Lebih Memahami Pancasila - Kompas.com

Libur 1 Juni, Megawati Harap Masyarakat Lebih Memahami Pancasila

Kompas.com - 01/06/2017, 05:05 WIB
KOMPAS.com/BAYU GALIH Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, berbincang dengan wartawan saat berada di Seoul, Korea Selatan, Senin (29/5/2017)

JEJU, KOMPAS.com - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengapresiasi penetapan 1 Juni yang merupakan hari lahir Pancasila sebagai hari libur nasional. Apalagi, ini pertama kalinya hari lahir Pancasila dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dengan penetapan ini, Megawati berharap masyarakat Indonesia akan lebih memahami Pancasila. 

"Karena kita sudah mengalami sebuah dekade di mana Pancasila tidak disosialisasikan lebih benar kepada masyarakat Indonesia. Karena menurut saya cikal bakal Indonesia merdeka itu ya Pancasila," ujar Megawati di Jeju, Korea Selatan, Rabu (31/5/2017).

Megawati berada di Jeju untuk menghadiri Jeju Forum for Peace and Prosperity yang digelar pada 31 Mei hingga 2 Juni 2017.

Dalam forum perdamaian itu, Megawati juga akan memperkenalkan Pancasila sebagai gagasan untuk perdamaian dunia.

Megawati melanjutkan, saat ini banyak yang memahami gagasan Pancasila sebagai rumusan pidato Presiden pertama RI Soekarno pada 1 Juni 1945. Soekarno saat itu berpidato di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, menjelang kemerdekaan.

"Tetapi yang sangat penting itu ketok palunya oleh Ketua BPUPKI  yang menyatakan bahwa Pancasila memang diterima secara aklamasi," ucap Megawati yang merupakan putri Soekarno.

"Hal seperti ini, sejarah kita, ini praktis tidak diajarkan kepada masyarakat terutama generasi muda kita," kata ketua umum PDI Perjuangan itu.

(Baca juga: Begini Cara Jokowi Kirim Pesan ke Penjuru Indonesia di Hari Lahir Pancasila)

Hari lahir Pancasila ditetapkan sebagai hari besar nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1 Juni 2016.

Penetapan ini mulai berlaku 1 Juni 2017 atau mulai hari ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisBayu Galih
EditorBayu Galih

Terkini Lainnya

Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

Megapolitan
Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

Regional
Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

Nasional
Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

Regional
Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

Internasional
Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Nasional
Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

Internasional
Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

Internasional
Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

Megapolitan
'Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu'

"Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu"

Regional
[HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

[HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

Megapolitan
Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

Nasional
JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

Regional
Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

Internasional
Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi 'Gimmick' untuk Dongkrak Suara

Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi "Gimmick" untuk Dongkrak Suara

Nasional

Close Ads X