Indonesia Kecam Bom Kabul di Kedubes Jerman dan Perancis - Kompas.com

Indonesia Kecam Bom Kabul di Kedubes Jerman dan Perancis

Kompas.com - 31/05/2017, 23:24 WIB
KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (3/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Perancis dan Jerman di Kabul, Afganistan, mengalami kerusakan akibat serangan bom besar yang terjadi di kawasan diplomatik di negara itu, Rabu pagi (31/5/2017). 

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengutuk serangan teror yang telah mengakibatkan setidaknya 90 orang meninggal dan 380 lainya luka-luka tersebut.

"Indonesia mengutuk serangan bom yang terjadi di dekat kompleks Diplomatik di Kabul, Afghanistan," kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/5/2017).

Pemerintah Indonesia pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

"Kami juga mendoakan kesembuhan bagi para korban luka-luka," kata dia.

(Baca: Ledakan Bom di Kabul, Sopir BBC Tewas dan 4 Wartawan Terluka)

Retno mengungkapkan, sampai saat ini, sesuai laporan dari KBRI Kabul belum ada informasi adanya korban WNI. Berdasarkan catatan KBRI Kabul terdapat 26 WNI di Kabul.

"KBRI Kabul terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mendapatkan perkembangan informasi terakhir," kata Retno.

KBRI Kabul juga kata Retno, terus berkomunikasi dengan WNI di Kabul dan mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI di sana diminta menghindari wilayah-wilayah rawan dan terus mengikuti perkembangan situasi setempat.

Bagi warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dapat menghubungi nomor hotline KBRI Kabul di + 93797333444 dan +93202201066.

Retno menambahkan, imbas ledakan bom yang terjadi sekitar 2 Kilometer dari KBRI itu. KBRI mengalami kerusakan ringan, terdapat beberapa jendela yang pecah.


EditorSabrina Asril

Terkini Lainnya

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Regional
Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Regional
Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah 'Genderuwo Politik'

Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah "Genderuwo Politik"

Regional
Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Regional
8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

Regional
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Internasional
Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Regional
Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Megapolitan
Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Megapolitan
Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Megapolitan
Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Regional
Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Internasional
Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Regional
Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Regional
Beasiswa Double Degree Master dan MBA di Oxford University

Beasiswa Double Degree Master dan MBA di Oxford University

Edukasi

Close Ads X