Kompas.com - 27/05/2017, 05:27 WIB
Menteri Perhubungan Budk Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Menkominfo Rudiantara dalam jumpa pers di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/3/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAMenteri Perhubungan Budk Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Menkominfo Rudiantara dalam jumpa pers di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/3/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi pergeseran pola rekrutmen anggota baru kelompok teroris. Kini, rekrutmen anggota dilakukan melalui dunia maya atau secara online, seperti media sosial.

Terkait itu, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara mengatakan bahwa jika yang digunakan salurannya adalah saluran personal, jelas sulit untuk dideteksi atau ditangani.

"Yang effort-nya khusus itu yang sifatnya pribadi. Kalau saya kirim pesan individu pakai WhatsApp, itu enggak mudah," kata Rudiantara di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Tetapi sebaliknya, kata Rudiantara, jika salurannya yang digunakan adalah saluran publik, jelas lebih mudah ditangani.

Baca: Diduga Jadi Tempat Perekrutan Militan, Masjid Berlin Digeledah

"Kalau, memang itu sifatnya domain publik itu gampang dideteksi, itu di-scan dengan mudah kok. BNPT selalu melakukan itu kalau terbuka," kata dia.

Bahkan, kata Rudiantara, pihaknya sudah memberikan karpet merah kepada tiga Kementerian dan lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Intelijen Negara, dan Polri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Waspada, Perekrutan Teroris Lewat Media Sosial!

"Karpet merah untuk masalah terorisme, radikalisme. Mereka enggak usah berbelit- belit, berjenjang, dan tidak perlu ke saya. Bisa langsung kepada pihak ataupun organisasi ataupun unit, yang mengeksekusi di Kominfo," kata dia.

"Jadi cepat. Soalnya kan radikalisme terorisme mereka enggak pernah nunggu pemerintah melakukan persiapan. Mereka jalan ya jalan saja. Kita juga tidak boleh terlalu berpikir bagaimana jenjangnya," ujar Rudiantara.

Kompas TV Jumat (26/5) sore, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendatangi lokasi ledakan di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PKB Nilai Aturan Wajib PCR Bagi Penumpang Pesawat Hambat Industri Penerbangan

PKB Nilai Aturan Wajib PCR Bagi Penumpang Pesawat Hambat Industri Penerbangan

Nasional
Jokowi Revisi Susunan Panitia G20, Luhut dan Mahfud Tukar Jabatan

Jokowi Revisi Susunan Panitia G20, Luhut dan Mahfud Tukar Jabatan

Nasional
7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, BEM SI Gelar Aksi 'Geruduk Istana Oligarki'

7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, BEM SI Gelar Aksi "Geruduk Istana Oligarki"

Nasional
Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf: Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara di Tengah Pandemi

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf: Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara di Tengah Pandemi

Nasional
Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

Nasional
Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

Nasional
Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

Nasional
Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

Nasional
PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

Nasional
Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

Nasional
Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

Nasional
Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

Nasional
Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

Nasional
Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

Nasional
Eks Jubir Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika Gabung ke PKS

Eks Jubir Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika Gabung ke PKS

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.