Kompas.com - 26/05/2017, 08:23 WIB
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal perbedaan pandangan politik antara dirinya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di dalam Pilkada DKI Jakarta.

Jokowi mengakui bahwa dirinya dan sang wakil berbeda pandangan politik dalam pesta demokrasi rakyat Ibu Kota tersebut.

Presiden Jokowi dengan tegas memosisikan diri tidak memihak ke pasangan calon manapun. Sementara, Kalla memilih untuk mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

(Baca: Kalla Yakinkan Publik Hubungannya dengan Jokowi Baik-baik Saja)

Meski begitu, Jokowi menyadari banyak pihak yang tidak percaya bahwa dirinya netral dan berdiri di atas semua golongan di dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Banyak orang yang enggak percaya. Bolak-balik saya sampaikan bahwa di wilayah praktis seperti pemilihan gubernur, pemilihan wali kota dan bupati, saya ingin betul-betul berada netral. Apalagi sampai intervensi-intervensi. Saya sampaikan tidak," ujar Jokowi dalam acara 'Jokowi di Rosi' di Kompas TV, Kamis (25/5/2017).

"Banyak yang tidak percaya. Banyak yang enggak percaya. Tetapi sekali lagi yang kita lihat sekarang ini ya seperti apa adanya. Tidak hanya di DKI, di daerah lain juga sama (Jokowi tidak intervensi)," lanjut dia.

Sementara soal Kalla yang memilih mendukung pasangan Anies-Sandi, Jokowi mengatakan, dirinya tidak bisa memaksakan kehendaknya terhadap wakilnya tersebut untuk juga netral.

(Baca: Kalla: Saya Tidak Tahu Pilihan Bapak Presiden)

Sebab, pilihan Kalla tersebut merupakan pilihan politik. Tidak memaksakan kehendak tersebut dinilai menjadi pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia?

Mengapa Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia?

Nasional
Tanggal 2 Agustus Hari Memperingati Apa?

Tanggal 2 Agustus Hari Memperingati Apa?

Nasional
Komnas HAM Sebut Hasil PCR Konfirmasi Rombongan Brigadir J Tes di Rumah Pribadi Ferdy Sambo

Komnas HAM Sebut Hasil PCR Konfirmasi Rombongan Brigadir J Tes di Rumah Pribadi Ferdy Sambo

Nasional
Yasonna Minta Balitbang Kumham Siapkan Transformasi Jadi Badan Strategi Kebijakan

Yasonna Minta Balitbang Kumham Siapkan Transformasi Jadi Badan Strategi Kebijakan

Nasional
DPR Minta Pemerintah Bikin Terobosan Terkait 'Awardee' LPDP yang Enggan Pulang

DPR Minta Pemerintah Bikin Terobosan Terkait "Awardee" LPDP yang Enggan Pulang

Nasional
Canda Jokowi Enaknya Punya Wapres Kiai Saat Acara Zikir dan Doa Kebangsaan

Canda Jokowi Enaknya Punya Wapres Kiai Saat Acara Zikir dan Doa Kebangsaan

Nasional
Jokowi Sebut Kemungkinan 800 Juta Orang Akan Kelaparan karena Krisis Pangan

Jokowi Sebut Kemungkinan 800 Juta Orang Akan Kelaparan karena Krisis Pangan

Nasional
Kasus Brigadir J, Komnas HAM Panggil Puslabfor Polri Hari Rabu

Kasus Brigadir J, Komnas HAM Panggil Puslabfor Polri Hari Rabu

Nasional
Jokowi: Mari Berdoa Bersama agar Negara Kita Dilimpahi Energi dan Pangan

Jokowi: Mari Berdoa Bersama agar Negara Kita Dilimpahi Energi dan Pangan

Nasional
Jokowi: Subsidi BBM Kita Sudah Rp 502 Triliun, Negara Mana Pun Tak Kuat...

Jokowi: Subsidi BBM Kita Sudah Rp 502 Triliun, Negara Mana Pun Tak Kuat...

Nasional
HUT RI ke-77, Pemerintah Gelar Hari Belanja Diskon Indonesia

HUT RI ke-77, Pemerintah Gelar Hari Belanja Diskon Indonesia

Nasional
Ajak Umat Islam Bersyukur, Wapres: Banyak Nikmat Allah Berikan, Utamanya Kemerdekaan

Ajak Umat Islam Bersyukur, Wapres: Banyak Nikmat Allah Berikan, Utamanya Kemerdekaan

Nasional
KSAD Minta Renovasi Barak Taruna Akademi Militer Dipercepat

KSAD Minta Renovasi Barak Taruna Akademi Militer Dipercepat

Nasional
Kompak Bersarung, Jokowi-Ma'ruf Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Halaman Istana

Kompak Bersarung, Jokowi-Ma'ruf Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Halaman Istana

Nasional
Pemerintah Bakal Buka 86.000 Lahan Baru Jagung di 6 Provinsi

Pemerintah Bakal Buka 86.000 Lahan Baru Jagung di 6 Provinsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.