Kompas.com - 25/05/2017, 17:25 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/3/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
|
EditorAmir Sodikin

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Densus 88 Mabes Polri dan Polres Cimahi mengamankan perempuan bernama EN di kediamannya di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat.

Ia merupakan ibu dari salah satu terduga pelaku pengeboman di Kampung Melayu, Jakarta Timur, berinisial AS. Identitas AS diketahui setelah ditemukan KTP di tubuh salah satu pelaku yang tewas di lokasi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, EN diamankan untuk diambil sampel DNA dan dimintai keterangan.

"Ibunya saja, untuk diambil keterangan orangtuanya dan juga untuk pengambilan sampel DNA," ujar Yusri saat dihubungi, Kamis (23/5/2017).

Yusri mengatakan, alamat yang tertera di KTP AS merupakan alamat ibunya. EN dibawa dari rumahnya pada Kamis dini hari sekira pukul 02.30 WIB.

 

Bca juga: Polisi Geledah Rumah di Bandung Terkait Teror Bom Kampung Melayu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Yusri, EN membenarkan bahwa anaknya sudah tiga bulan tinggal terpisah dari dirinya dan mengontrak di Garut. EN juga mengetahui bahwa AS pergi ke Jakarta belakangan ini.

"Tapi kan hukum kita harus pasti, jadi harus tes DNA," kata Yusri.

Selain itu, petugas juga mengamankan ibu dari INS, terduga pelaku yang KTP-nya juga ditemukan di lokasi kejadian.

Sama seperti EN, ibu INS juga diamankan untuk dimintai keterangan dan diambil sampel DNA.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan mengaku sudah mengetahui identitas pelaku teror pengeboman di terminal Kampung Melayu.

 

Baca juga: Polisi Sudah Tahu Identitas Pelaku Bom Kampung Melayu

Iriawan hanya menyebut inisial pelaku, yakni AS dan I. Keduanya adalah laki-laki. "Kita sudah tahu nama perorangan tapi kita belum bisa menjelaskan secara resmi. Karena harus dicek DNA-nya dulu," kata Iriawan.

Saat ini kedua jenazah pelaku sedang berada di ruang forensik RS Polri untuk diidentifikasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebut Mobilitas Masyarakat Mulai Naik, Luhut: Mendekati Idul Fitri 2021

Sebut Mobilitas Masyarakat Mulai Naik, Luhut: Mendekati Idul Fitri 2021

Nasional
Saat Panglima TNI Soroti Peristiwa Bentrokan Kopassus Vs Brimob di Timika...

Saat Panglima TNI Soroti Peristiwa Bentrokan Kopassus Vs Brimob di Timika...

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, ini 18 Daerah yang Terapkan Level 3

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, ini 18 Daerah yang Terapkan Level 3

Nasional
Saat Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser NU

Saat Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser NU

Nasional
Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, 24 Daerah ini Berstatus Level 1

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, 24 Daerah ini Berstatus Level 1

Nasional
Luhut: 10 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali Kembali Turun ke Level 2 Karena Angka Tracing Turun

Luhut: 10 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali Kembali Turun ke Level 2 Karena Angka Tracing Turun

Nasional
Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, DKI Jakarta Kembali Berstatus Level 2

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, DKI Jakarta Kembali Berstatus Level 2

Nasional
Buntut Kasus di KPI, Komnas HAM Desak Polisi Tingkatkan Kemampuan Atasi Aduan Kekerasan Seksual

Buntut Kasus di KPI, Komnas HAM Desak Polisi Tingkatkan Kemampuan Atasi Aduan Kekerasan Seksual

Nasional
[POPULER NASIONAL] Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima TNI: Proses Hukum yang Terlibat | Bentrokan Kopassus Vs Brimob akibat Perkara Rokok

[POPULER NASIONAL] Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima TNI: Proses Hukum yang Terlibat | Bentrokan Kopassus Vs Brimob akibat Perkara Rokok

Nasional
Menteri Diduga Terlibat Bisnis PCR Dinilai Salahi Prinsip Good and Clean Goverment

Menteri Diduga Terlibat Bisnis PCR Dinilai Salahi Prinsip Good and Clean Goverment

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 14 Desember, Sejumlah Daerah Kembali ke Level 2

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 14 Desember, Sejumlah Daerah Kembali ke Level 2

Nasional
Polri: Bentrokan Personel Kopassus dan Brimob di Tembagapura Tak Ganggu Soliditas TNI-Polri

Polri: Bentrokan Personel Kopassus dan Brimob di Tembagapura Tak Ganggu Soliditas TNI-Polri

Nasional
Luhut: Masyarakat Jangan Panik Varian Omicron, Hanya Perlu Waspada

Luhut: Masyarakat Jangan Panik Varian Omicron, Hanya Perlu Waspada

Nasional
Hasil Evaluasi PPKM, Luhut Sebut Situasi Covid-19 di Jawa-Bali Stabil

Hasil Evaluasi PPKM, Luhut Sebut Situasi Covid-19 di Jawa-Bali Stabil

Nasional
Mahfud MD: Pemerintah Targetkan Revisi UU Cipta Kerja Kurang dari 2 Tahun

Mahfud MD: Pemerintah Targetkan Revisi UU Cipta Kerja Kurang dari 2 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.