Kompas.com - 20/05/2017, 07:40 WIB
|
EditorSandro Gatra

Soetomo pun aktif bergabung dengan Perhimpunan Indonesia.

Aktif di Perhimpunan Indonesia membuat wawasan dan kesadaran Soetomo tentang keindonesiaan menjadi semakin kental dan kelak memengaruhi sikap politiknya saat kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Soetomo mendirikan kelompok studi Indonesische Studieclub atau Kelompok Studi Indonesia pada 11 Juli 1924.

Kelompok studi ini merupakan organisasi orang Jawa yang mendapatkan pendidikan Barat.

Kebanyakan dari mereka bekas anggota Boedi Oetomo yang menganggap organisasi tersebut terlalu berorientasi Jawa dan kurang bersifat nasional.

"Soetomo berharap kelompok studi itu dapat menyatukan kaum terpelajar Jawa, mengembangkan kesadaran mereka tentang Indonesia sebagai satu bangsa dan memberikan kepemimpinan kepada gerakan kebangsaan," papar Manuel.

Setelah terbentuknya Kelompok Studi Indonesia, menyusul Kelompok Studi Umum yang didirikan di Bandung pada 29 November 1925 atas inisiatif Tjipto Mangoenkoesoemo, Sartono dan Soekarno.

Pada 11 November 1930, Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Kemudian pada tahun 1935 Soetomo mendirikan Partai Indonesia Raya (Parindra).

Setelah berdiri, Parindra membentuk koperasi pengecer, koperasi petani dan sebuah bank yang syarat-syarat kreditnya memadai untuk orang Indonesia.

Partai ini telah menyediakan sarana untuk buruh miskin, suatu program untuk memerangi buta aksara dan sejumlah kegiatan sosial yang bermanfaat.

Meski peran Soetomo tidak begitu spektakuler dibandingkan Soekarno bersama PNI, namun dalam batas-batas tertentu dia telah ikut memberikan kontribusi yang sangat berharga pada saat munculnya benih-benih nasionalisme Indonesia modern.

"Dalam fase-fase terakhir dari hidupnya, Soetomo ikut pula mendorong proses perwujudan cita-cita kebangsaan, yaitu kemerdekaan, walaupun dia sendiri tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya itu," tulis Manuel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agenda V20 di Indonesia Akan Dorong Pemulihan Ekonomi Merata di Forum G20

Agenda V20 di Indonesia Akan Dorong Pemulihan Ekonomi Merata di Forum G20

Nasional
Resmi, Pilpres-Pileg Digelar 14 Februari 2024, Pilkada Serentak 27 November

Resmi, Pilpres-Pileg Digelar 14 Februari 2024, Pilkada Serentak 27 November

Nasional
Panglima Andika Paparkan Alasan Pembentukan Koarmada RI dan Koopsudnas

Panglima Andika Paparkan Alasan Pembentukan Koarmada RI dan Koopsudnas

Nasional
Panglima Sebut Mayjen Maruli Sangat Pantas Jabat Pangkostrad

Panglima Sebut Mayjen Maruli Sangat Pantas Jabat Pangkostrad

Nasional
Luhut Sebut Level PPKM DKI Jakarta Berpotensi Berubah ke Level 3

Luhut Sebut Level PPKM DKI Jakarta Berpotensi Berubah ke Level 3

Nasional
ICW Sebut Azis Syamsuddin Mestinya Dituntut Lebih Berat

ICW Sebut Azis Syamsuddin Mestinya Dituntut Lebih Berat

Nasional
Luhut: Lonjakan Kasus Covid-19 Bersumber dari Jabodetabek

Luhut: Lonjakan Kasus Covid-19 Bersumber dari Jabodetabek

Nasional
Dugaan Kejahatan Baru Bupati Langkat: Temuan Kerangkeng Manusia dan Perbudakan Modern

Dugaan Kejahatan Baru Bupati Langkat: Temuan Kerangkeng Manusia dan Perbudakan Modern

Nasional
V20 Dorong Kepala Negara G20 Bantu Pemerataan Akses Vaksin Covid-19

V20 Dorong Kepala Negara G20 Bantu Pemerataan Akses Vaksin Covid-19

Nasional
Polri: Perubahan Warna Pelat Kendaraan Dimulai 2022, Penggunaan Chip RFID Tahun 2023

Polri: Perubahan Warna Pelat Kendaraan Dimulai 2022, Penggunaan Chip RFID Tahun 2023

Nasional
KPK Pikir-pikir Terkait Vonis Sekda Nonaktif Tanjungbalai

KPK Pikir-pikir Terkait Vonis Sekda Nonaktif Tanjungbalai

Nasional
Sepakati Jadwal Pemilu 2024, Pemerintah-KPU Beda Pendapat soal Masa Kampanye

Sepakati Jadwal Pemilu 2024, Pemerintah-KPU Beda Pendapat soal Masa Kampanye

Nasional
Kasus Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur, KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Sekjen DPC Demokrat Balikpapan

Kasus Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur, KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Sekjen DPC Demokrat Balikpapan

Nasional
Laporkan Dugaan Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Migrant Care: Sangat Keji!

Laporkan Dugaan Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Migrant Care: Sangat Keji!

Nasional
Polri Cek Dugaan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Polri Cek Dugaan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.