Kompas.com - 18/05/2017, 22:54 WIB
Panitia aksi Kita Indonesia bidang advokasi, Taufik Basari saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/12/2016). Akhdi Martin PratamaPanitia aksi Kita Indonesia bidang advokasi, Taufik Basari saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/12/2016).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis mahasiswa Universitas Indonesia di era reformasi, Taufik Basari, mengatakan bahwa dirinya tak akan bisa melupakan perjuangan rekan-rekannya yang menjadi korban pelanggaran HAM pada tragedi 1998.

Menurut dia, harus ada keadilan untuk para korban. Taufik menuntut pengungkapan kasus HAM yang terjadi pada tragedi 1998.

"Kami mahasiswa 1998 ikut bergerak. Kami tak bisa melupakan. Bulan Mei 19 tahun lalu, mahasiswa coba bergerak, dengan harapan rezim ganti, akan lebih baik. Tuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi," kata Tobas sapaan Taufik Basari dalam "Aksi Kamisan" yang ke-493 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

(Baca: Secuil Sejarah Mei 1998)

 

Tobas pun mengatakan, ia bersama dengan Kesatuan Aksi Keluarga Besar Universitas Indonesia (KBUI) 1998 akan terus mendukung aksi "Kamisan" dilakukan.

Sebab, ia menilai aksi itu adalah salah satu cara untuk menggapai keadilan.

"Hari kamis ini, sama seperti Kamis lalu kami berdiri di depan Istana menuntut penutasan HAM masa silam. Banyak preristiwa yang kami alami. Ini catatan kelam yang belum selesai," ujar dia.

(Baca: Habibie Akan Bawa Pesan Keluarga Korban Mei 1998 kepada Jokowi)

Ia pun mengingatkan agar pemerintah tak terus menerus terdiam, tanpa ada upaya menuntaskan.

Untuk itu ia menuntut agar negara bertanggung jawab atas peristiwa pahit nan memilukan tersebut kepada para keluarga korban.

"Akan terus kita ingat, peristiwa pahit itu. Akan kita kenang dan akan kita tuntut tanggungjawab negara. Negara tak boleh berdiam diri," tutup Advokat Hak Asasi Manusia tersebut.

Kompas TV Aksi Tabur Bunga Warnai Peringatan Tragedi 12 Mei 1998

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Nasional
KPK: 'Upeti' Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

KPK: "Upeti" Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Nasional
Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Nasional
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.