Meski Dicabut Izinnya, Perusahaan Ini Masih Aktif Salurkan TKI Ilegal - Kompas.com

Meski Dicabut Izinnya, Perusahaan Ini Masih Aktif Salurkan TKI Ilegal

Kompas.com - 18/05/2017, 08:47 WIB
KOMPAS.com/Sukoco 470 TKI ilegal yang berasal dari beberapa Pusat Tahanan Sementara (PTS) di Malaysia memilih pulang dengan biaya sendiri ke Indonesia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Kamis (20/4/2017). Ratusan TKI illegal tersebut kebanyakan melanggar ketentuan imigrasi Malaysia karena dokumen yang mereka miliki sudah tidak berlaku atau masuk ke Negara Malasia secara ilegal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri menggrebek PT Bidar Timur yang merupakan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) di kawasan Cawang, Dewi Sartika, Jakarta.

Dari tempat itu, ditemukan tujuh calon tenaga kerja Indonesia yang ditampung untuk dipekerjakan di luar negeri secara ilegal. Pasalnya, diketahui bahwa PT Bidar Timur tak lagi mengantungi izin PPTKIS sejak awal tahun ini.

"Pendampingan oleh Kementerian Disnaker saat penggeledahan menyatakan bahwa PT. BT sudah dicabut ijinnya sejak 12 Januari 2017 kemarin," ujar Kepala Satgas TPPO Bareskrim Polri Kombes Pol Ferdy Sambo, melalui keterangan tertulis, Kamis (18/5/2017).

"Tapi hingga hari ini masih melakukan kegiatan perekrutan dan pengiriman calon TKI," lanjut dia.

(Baca: Umroh, Jadi Salah Satu Modus Praktek Perdagangan Orang)

Tujuh orang calon TKI tersebut terdiri dari empat laki-laki dan tiga perempuan. Ketiga perempuan itu diketahui merupakan titipan PT Putra Pertiwi Jaya Lestari yang akan melaksanakan medical check-up di klinik kesehatan yang letaknya bersebelahan dengan PT Bidar Timur.

Polisi juga mengamankan sopir dari PT PPJL yang mengantarkan tiga perempuan tersebut. Ferdy menambahkan, penggerebekan ini merupakan pengembangan dari laporan yang sebelumnya telah masuk.

Dari penggeledahan menggeledah, polisi menemukan fakta pelanggaran hukum lainnya. Berdasarkan informasi yang diterima, PT BT merupakan "undercover" dari PT Mushofahah.

"Jadi, PT M operasionalnya menggunakan PT BT. File yang kami temukan saat menggeledah di PT. BT, menegaskan adanya kerjasama antara kedua perusahaan dan pengurusnya saling terkait antara dua perusahaan itu," kata Ferdy.

(Baca: Perdagangan Orang Kian Marak, Polri Anggap Perlu Ratifikasi Regulasi)

Setelah dikonfirmasi ke Kementerian Disnaker, ternyata memang PT Bidar Timur izinnya sudah dicabut. Dari lokasi penggeledahan, polisi menyita tiga lembar tiket pesawat Srilanka Air Lines bertanggal 10 Mei 2017 dengan rute dari Kuala Lumpur ke Kolombo, kemudian ke Riyadh.

Selain itu, disita juga tiga lembar tiket pesawat Lion Air beserta boarding pass tertanggal 9 Mei 2017 dengan rute Jakarta ke Kuala Lumpur. Kemudian, tiga lembar boarding pass Air Asia tertanggal 9 Mei 2017 dengan rute Jakarta ke Kuala Lumpur. Polisi juga menyita sejumlah dokumen milik PT Bidar Timur.

Kompas TV Dianiaya Majikan di Arab Saudi, TKI Ini Jalani Tes Kesehatan


EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Internasional
Cerita Penjual 'Es Kepal Milo' yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Cerita Penjual "Es Kepal Milo" yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Megapolitan
Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan

Close Ads X