Kompas.com - 15/05/2017, 14:45 WIB
Choel Mallarangeng mengenakan rompi tahanan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (17/3/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINChoel Mallarangeng mengenakan rompi tahanan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (17/3/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com- Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng disebut meminta fee yang akan diberikan kepada kakaknya, Andi Alfian Mallarangeng. Saat itu, Andi masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Hal itu diakui mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, saat bersaksi untuk Choel di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/5/2017).

Awalnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Deddy. Dalam BAP tersebut, Deddy menerangkan bahwa Choel meminta agar kakaknya diberikan fee atas proyek yang dilaksanakan di Kemenpora.

"Apa benar saat itu terdakwa menyampaikan kakaknya sudah satu tahun menjabat dan belum mendapat apa-apa?" Kata Ali Fikri.

(Baca: Choel Mallarangeng: Andi Mallarangeng Tak Pernah Tahu Penerimaan Uang)

Deddy kemudian membenarkan isi dalam BAP tersebut. Deddy mengakui bahwa kata-kata tersebut pernah diucapkan Choel.

"Saya tidak mengerti Beliau (Choel) bicara apa. Tapi itu yang saya tangkap," kata Deddy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam surat dakwaan, pada sekitar bulan Juli tahun 2010, Choel melakukan pertemuan dengan Deddy, Sekretaris Menpora Wafid Muharam  dan staf khusus Menpora, Muhammad Fakhruddin di Restoran Jepang Sumire Hotel Grand Hyatt Jakarta.

(Baca: Choel Mallarangeng Didakwa Terima Suap dan Rugikan Negara Rp 464,3 Miliar)

Pada pertemuan itu, Choel menyampaikan bahwa Andi Mallarangeng sudah satu tahun menjabat Menpora namun belum mendapat apa-apa sehingga meminta agar dibantu dana operasional. Wafid kemudian menyatakan akan mengusahakan dana tersebut.

Pada kesempatan itu M Fakhruddin juga menyampaikan terkait dana yang diminta Choel tersebut akan berkoordinasi dengan Wafid. Ia  menyampaikan kepada Wafid bahwa dana untuk Andi melalui Choel adalah sebesar 18 persen dari nilai proyek pembangunan P3SON Hambalang.

Atas permintaan tersebut, Wafid mengatakan akan meminta dari PT Adhi Karya.

Kompas TV Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangeng akan membongkar keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi pembangunan fasilitas olah raga di Hambalang. Adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng ini telah ditahan sejak 6 Februari 2017. Ia menawarkan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama dengan penyidik untuk membongkar keterlibatan pihak lain. Choel ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melakukan perbuatan melawan hukum terkait pembangunan atau pengadaan sarana prasarana pusat pendidikan dan sekolah olahraga di Hambalang tahun anggaran 2010-2012.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.