Kompas.com - 09/05/2017, 14:14 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengaku prihatin atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Ahok.

Ahok divonis melakukan penodaan agama dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Vonis tersebut lebih besar dari tuntutan jaksa penuntut umum.

"Saya sungguh prihatin atas vonis yang telah dijatuhkan atas Pak Ahok dengan hukuman dua tahun penjara," kata Ace, melalui pesan singkat, Selasa (9/5/2017).

Ace juga berharap semua pihak menghormati langkah hukum yang akan dilakukan Ahok dan tim kuasa hukumnya.

"Saya berharap agar Pak Ahok tabah dan kuat atas hukuman tersebut," ujar Anggota Komisi II DPR itu.

Majelis hakim menilai Ahok terbukti menodai agama dan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara dan memerintahkan agar Ahok ditahan.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama, menjatuhkan putusan pada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun. Memerintahkan agar terdakwa ditahan," kata Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.