Ingin Minta Keterangan, Polisi Temui Novel Baswedan di Singapura

Kompas.com - 06/05/2017, 19:52 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel baswedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2015) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel baswedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2015)
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya akan meminta keterangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan yang tengah menjalani perawatan mata di Singapura.

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, tim sudah dikirim ke Singapura, Sabtu (6/5/2017).

"Hari ini kalau tidak salah ada tim ke Singapura. Saksi terpenting adalah Novel sendiri," ujar Tito di TMP Kalibata, Jakarta, Sabtu.

(baca: Masinton Sebut Novel Baswedan Beri Keterangan Palsu di Sidang E-KTP)

Sejak insiden terjadi pada 11 April 2017 lalu, polisi belum meminta keterangan Novel secara mendetail. Hal tersebut dikarenakan kondisi Novel masih belum memungkinkan diperiksa.

"Kita ingin menggali lagi, mungkin dia ingat wajahnya seperti apa, kendaraannya seperti apa, setelah itu kita kembangkan lagi," kata Tito.

Penyidik, kata Tito, juga mendalami motif pelaku menyiram wajah Novel. Tim juga akan bertanya kepada Novel siapa yang berpotensi melakukan hal tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(baca: Ini Pesan Novel Baswedan untuk DPR)

Polisi menggali apakah Novel punya konflik dengan pihak tertentu.

"Mungkin juga terkait dengan pekerjaan yang berpotensi untuk terganggu dan kemudain tersangka melakukan serangan dalam rangka memengaruhi proses hukumnya mungkin," kata Tito.

Hampir sebulan berlalu, polisi belum juga menangkap pelaku yang menyiram wajah Novel dengan air keras.

Polisi sempat memeriksa dua orang mencurigakan yang tertangkap CCTV rumah Novel. Namun, setelah diperiksa, ternyata keduanya merupakan petugas penagih hutang.

Saat hari kejadian, keduanya terkonfirmasi tidak berada di sekitar lokasi. Oleh karena itu, penyidik menyatakan keduanya tidak terkait dalam kasus ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.