Jokowi: Berpuluh Tahun Konsesi Diberikan ke Orang Dekat Kekuasaan

Kompas.com - 05/05/2017, 21:21 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Jakarta Convention Center, Rabu (3/5/2017) malam. KOMPAS.com/Kristian ErdiantoPresiden Joko Widodo saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Jakarta Convention Center, Rabu (3/5/2017) malam.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, program redistribusi lahan, sedikit lagi rampung. Program tersebut tidak akan seperti sebelumnya di mana konsesi lahan hanya diberikan kepada orang dekat kekuasaan.

"Sudah bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun pemberian konsesi hanya diberikan kepada satu, dua, tiga, empat, lima orang yang dekat dengan kekuasaan," ujar Jokowi di dalam acara Mukernas I Himpunan Pengusaha Nahdliyin di di Pesantren Luhur Al-Tsaqofah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2017).

"Ini yang akan kita ubah, agar konsesi-konsesi itu diberikan ke rakyat, ke koperasi, ke pengusaha kecil menengah, kepada pondok pesantren," lanjut dia.

(Baca: Jokowi Targetkan Penyertifikatan Lahan Rakyat Lima Juta Hektar Per Tahun)

Namun, Jokowi mewanti-wanti tetap ada syarat-syarat bagi rakyat yang menerima konsesi lahan. Syarat pertama, lahan tersebut harus dimanfaatkan secara produktif. Misalnya digunakan untuk menanam cokelat, sengon, kelapa sawit, dan sebagainya.

Syarat kedua, si penerima konsesi dilarang keras menjual kembali lahan itu.

"Karena bentuk konsesi surat-surat seperti itu gampang banget dipindahtangankan, dijual. Harganya pun bermiliar-miliar. Yang itu yang saya enggak mau," ujar Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk meminimalisir penyalahgunaan konsesi lahan, Jokowi meminta menteri-menteri yang ditugaskan merampungkan program itu untuk benar-benar memikirkan hingga hal yang detil. Jangan sampai program tersebut tidak tepat sasaran.

"Pertanyaaan yang masih saya tanya bolak-balik ke menteri ekonomi itu cara distribusinya seperti apa? Kalau membuat kluster seperti apa? Dipakainya untuk apa? Lalu kalau menanam jenis tertentu, barangnya dijual ke siapa? Semuanya harus clear," ujar Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Nasional
Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Nasional
Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Nasional
Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Nasional
Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Nasional
Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Nasional
Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Nasional
Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Nasional
Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Nasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Nasional
Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Nasional
Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Nasional
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X