Kompas.com - 05/05/2017, 16:10 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang tak menampik kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

"Kalau melihat dari ininya, ya dipercayai itu masih berkembang ya tanpa kita harus menyebutkan siapa-siapa. Tapi kasus ini masih terus berjalan marathon," kata Saut ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

(Baca: Bertemu Jokowi, Pimpinan KPK Mengaku Tak Bahas E-KTP dan Hak Angket)

Namun Saut enggan menyebutkan siapa pihak yang berpotensi menjadi tersangka.

"Ya itu kan kita enggak boleh ngomong. Sedangkan di penyelidikan aja kita belum ngomong orang. Yang penting kasus itu tidak akan pernah berhenti begitu saja," ucap Saut.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan hal serupa. Ia menyebut sudah ada nama yang dibidik KPK dan kemungkinan akan menjadi tersangka.

Namun ia tidak mau bicara blak-blakan. (Baca: KPK Dapat Karangan Bunga Dukungan Usut Kasus E-KTP)

"Saya enggak perlu anu disini lah, kita punya, tapi jangan, nanti dikira menebar teror lagi," ucapnya.

KPK sudah memeriksa sejumlah anggota dan mantan anggota DPR. Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mereka adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman Kemendagri dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto.

Satu lagi, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. 

 

Irman dan Sugiharto didakwa menerima uang suap dari Andi Narogong. Mereka sudah menjadi terdakwa. 

Kompas TV Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, menjalani pemeriksaan KPK.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.