Fahri Hamzah Sebut Demam Karangan Bunga adalah Ekor dari Perang Medsos

Kompas.com - 04/05/2017, 18:53 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai demam karangan bunga yang tengah terjadi saat ini adalah kelanjutan dari perang media sosial yang terjadi akibat Pilkada DKI Jakarta.

Kiriman karangan bunga pada awalnya ditujukan ke Balai Kota untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat karena gagal memenangkan Pilkada DKI.

Namun belakangan, sejumlah instansi turut dikirimi karangan bunga, bahkan termasuk Istana Kepresidenan.

"Ini adalah ekor dari perang media sosial karena ada yang kalah, lalu kemudian mereka melakukan gerakan," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/5/2017).


(Baca juga: Mabes Polri Terima Lebih dari 1.100 Karangan Bunga)

Hikmah dari demam karangan bunga tersebut, kata Fahri, membawa keuntungan bagi para tukang bunga serta pengusaha bunga. Terlebih karangan bunga yang dipesan masyarakat jumlahnya mencapai ribuan buah.

Ia pun mensyukuri jika "perang bunga" tersebut terus berlanjut.

"Saya tidak mau ini dilarang karena saya senang tukang bunga makmur," ujar Fahri.

"Tapi menurut saya ini hanya sementara saja karena seberapa lama orang bisa menyiapkan bunga sebegitu banyak?" kata dia.

(Baca juga: Pimpinan DPR: "Demam" Karangan Bunga Jangan "Overdosis")

Kompas TV Tidak hanya di Mabes Polri dan Balai Kota, karangan bunga ucapan terima kasih juga berdatangan ke Istana Kepresidenan.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X