Di Hadapan PBB, Menlu Tegaskan Pentingnya HAM bagi Indonesia

Kompas.com - 03/05/2017, 19:25 WIB
Menteri Luar Negeri Retnk Marsudi di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (11/7/2017) KOMPAS.com/Nabilla tashandraMenteri Luar Negeri Retnk Marsudi di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (11/7/2017)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya memenuhi hak asasi manusia meliputi hak ekonomi, sosial, dan budaya, termasuk kebijakan kesejahteraan pembangunan di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Menlu Retno dalam pidato pengantar pembahasan laporan HAM Indonesia yang disampaikan pada siklus ke-3 Universal Periodic Review (UPR) Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Rabu (3/5/2017).

"Nilai-nilai hak asasi manusia telah menjadi bagian dari DNA bangsa Indonesia sebagai negara demokratis dan sekaligus sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk," ujar Retno dalam siaran persnya, Rabu.

Retno menjelaskan berbagai upaya dan capaian Indonesia untuk pemenuhan HAM bagi warga negara.


Sejumlah capaian dalam hal ratifikasi instrumen HAM PBB, upaya legislasi yang lebih menghormati HAM, serta penegasan kemitraan antara lembaga HAM nasional dan masyarakat sipil di Indonesia menjadi hal-hal pokok yang Indonesia tunjukan ke masyarakat internasional melalui mekanisme UPR.

Ia juga memaparkan sejumlah kebijakan nasional, antara lain Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluar Sejahtera.

Bahkan, kata Retno, kebijakan kesejahteraan dan keadilan di Papua, seperti pembangunan infrastruktur dan program Papua Terang Benderang, telah mendapatkan pengakuan positif dari berbagai pemangku kepentingan.

"Mengurangi disparitas antara yang miskin dan kaya baik di dalam maupun antarprovinsi menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperjuangkan hak ekonomi dan sosial masyarakat di Indonesia," kata Retno.

Khusus pemajuan hak ekonomi, sosial, pembangunan di Papua, Retno menegaskan komitmen dan perhatian tinggi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Jokowi rutin dan langsung meninjau kemajuan dari pembangunan infrastruktur di Papua serta berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan mereka.

"Beberapa kemajuan yang dirasakan dari berbagai program di Papua dan Papua Barat termasuk diterimanya kartu sehat oleh masyarakat dan 360.000 pelajar yang menikmati Smart Student Program di Papua dan Pupua Barat,” kata Retno.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X