Siti Fadilah Merasa Tak Tahu Uangnya Digunakan untuk Investasi

Kompas.com - 03/05/2017, 18:22 WIB
Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, seusai diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Selasa (1/11/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINMantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, seusai diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Selasa (1/11/2016).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari merasa tidak pernah menginvestasikan uangnya. Padahal, dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Siti disebut menggunakan uang suap untuk melakukan investasi.

"Saya tidak tahu uang yang saya titipkan ke adik saya diinvestasikan. Ternyata dititipkan pada Jefri Nedi, padahal saya tidak pernah memerintahkan," kata Siti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Siti Fadilah didakwa menerima suap sebesar Rp 1.875.000.000.

Dalam surat dakwaan, uang yang keseluruhannya berjumlah Rp 1,8 miliar tersebut diberikan oleh Direktur Keuangan PT Graha Ismaya Sri Wahyuningsih berupa Mandiri Traveller Cheque (MTC) sejumlah 20 lembar senilai Rp 500 juta.

(Baca: Cici Tegal Akui Terima Cek Senilai Rp 500 Juta dari Siti Fadilah)

Kemudian, dari Rustam Syarifudin Pakaya yang diperoleh dari Direktur Utama PT Graha Ismaya, Masrizal Achmad Syarif sejumlah Rp 1.375.000.000. Uang tersebut terdiri dari 50 lembar MTC senilai Rp 1,2 miliar dan 1 lembar MTC senilai Rp 25 juta, dan 10 lembar MTC senilai Rp 100 juta.

Menurut jaksa, uang-uang tersebut diberikan karena Siti telah menyetujui revisi anggaran untuk kegiatan pengadaan alat kesehatan ( alkes) I, serta memperbolehkan PT Graha Ismaya sebagai suplier pengadaan alkes I.

Dalam surat dakwaan, pada Oktober 2007 di Rumah Dinas Menteri Kesehatan RI, Siti melakukan pertemuan dengan Rosdiyah Endang Pudjiastuti yang merupakan adik kandungnya. Kemudian, dengan Priyadi (suami Rosdiyah) dan pihak PT Sammara Mutiara Indonesia, yakni Jefri Nedi selaku Komisaris.

(Baca: Distributor Alkes Akui Beri Rp 5 Miliar kepada Anak Buah Siti Fadilah)

Selain itu, hadir juga Tjondroargo Tandio selaku Direktur Utama, serta Sri Bimo Ariobuwono selaku Direktur, untuk membahas investasi yang akan dilakukan oleh Siti melalui PT Sammara Mutiara Indonesia.

Menurut jaksa, dari investasi tersebut, Siti memeroleh keuntungan yang digunakan untuk beberapa hal. Misalnya, untuk membeli perhiasan, cicilan rumah, keperluan pengajian dan sumbangan pembangunan masjid di Banten, serta untuk keperluan rumah tangga.

"Uang yang saya titipkan itu untuk kehidupan sehari-hari, bentuknya uang cash. Tapi saya lihat tanda terimanya kok jadi banyak banget uang saya, berlipat-lipat," kata Siti.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Mahfud: Jadi Bahan Pertimbangan

Soal Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Mahfud: Jadi Bahan Pertimbangan

Nasional
Rabu Pagi ini, Mendagri Akan Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

Rabu Pagi ini, Mendagri Akan Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

Nasional
Mahfud Sebut Kelompok Separatis di Papua Ancam Kedaulatan Negara

Mahfud Sebut Kelompok Separatis di Papua Ancam Kedaulatan Negara

Nasional
Mendagri: Pemda Tak Anggarkan Dana Perpustakaan, RAPBD Tak Akan Disetujui

Mendagri: Pemda Tak Anggarkan Dana Perpustakaan, RAPBD Tak Akan Disetujui

Nasional
Polemik Pernyataan Komisioner KPAI soal Kehamilan di Kolam Renang

Polemik Pernyataan Komisioner KPAI soal Kehamilan di Kolam Renang

Nasional
Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

Nasional
Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X