Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2017, 16:43 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto meminta pihak-pihak yang berpartisipasi dalam aksi hari buruh tak merusak fasilitas umum yang ada serta menjalani aksi dengan tertib.

Hal itu diungkapkannya dalam acara diskusi bertemakan Hari Buruh Jangan Dijadikan Komoditi Politik di Gedung Joeang, Cikini, Jakarta, Minggu (30/4/2017).

"Untuk turun ke jalan, unjuk rasa, saya rasa tidak ada larangan. Hanya yang dilarang adalah anarkis, merusak fasilitas umum, merusak barang-barang orang kain, dan sebagainya," kata Setyo, Minggu siang.

Ia menambahkan, momentum hari buruh harus dirayakan dengan suka cita sebagai harinya para buruh. Selain itu, juga sebagai momentum refleksi sampai sejauh mana buruh berjuang dan berkarya.

(Baca: Hari Buruh, Tidak Harus Teriak-teriak di Jalan...)

Setyo mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri juga telah menyampaikan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP 78) juga telah mengakomodasi Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Regional (UMR) sekitar 5 persen. Walaupun 5 persen tersebut dari beberapa komponen.

"Tapi Pemerintah sudah menyampaikan tiap tahun ada kenaikan. Jadi mohon disikapi arif dan bijaksana," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan, perayaan Hari Buruh Internasional berlangsung berbeda dari sebelumnya. KSPSI serta kelompok buruh lainnya tetap akan turun ke jalan Ibu Kota.

"May Day besok, saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan buruh lain, kami akan buat beda. Orang kan takut kalau Andi Gani sudah turun ke jalan, aksi May Day, tapi kali ini akan kami buat beda," ujar Andi.

Kompas TV Pedemo: Jokowi, Jangan Kecewakan Hati Pekerja
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.