ICJR: Banyak Kasus Penyiraman Air Keras seperti Novel Tak Terungkap

Kompas.com - 24/04/2017, 21:03 WIB
Salah satu peserta aksi solidaritas untuk Novel Baswedan saat memainkan wayang di depan Balai Kota Malang, Selasa (11/4/2017) KOMPAS.com / Andi HartikSalah satu peserta aksi solidaritas untuk Novel Baswedan saat memainkan wayang di depan Balai Kota Malang, Selasa (11/4/2017)
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Supriyadi Widodo Eddyono mengatakan, kepolisian harus berhasil menuntaskan kasus penyerangan yang dialami oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurut Supriyadi, jika polisi gagal untuk menemukan motif dan pelakunya, dikhawatirkan kasus Novel akan berakhir tanpa pengungkapan seperti yang sudah terjadi di banyak kasus.

"Kalau tidak diungkap, tidak ada perkembangan, kasus Novel ini perlahan akan hilang," ujar Supriyadi saat dihubungi, Senin (24/4/2017).

Supriyadi menuturkan, dalam beberapa kasus penyiraman air keras atau "acid attack" seperti yang dialami oleh penyidik KPK Novel Baswedan, polisi sering kesulitan mengumpulkan barang bukti dan mengidentifikasi pelaku.

Hingga saat ini masih banyak kasus penyiraman air keras yang belum terungkap. Pola intimidasi dalam kasus Novel, kata Supriyadi, juga pernah seorang aktivis antikorupsi di Palembang pada Desember 2016.

Baca: ICJR: Pola Intimidasi Kasus Novel Akan Terus Berulang jika Polisi Gagal Mengungkapnya

Aktivis tersebut disiram dengan air keras oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Hingga saat ini kasus tersebut belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti kasus yang di Palembang, aktivis antikorupsi dana bantuan sosial juga pernah disiram air keras. Sampai sekarang kami belum bisa melihat bagaimana peningkatan proses penyelidikannya. Kasusnya Desember tahun 2016," ucapnya.

Berdasarkan catatan ICJR, sepanjang tahun 2013 hingga 2017 setidaknya terdapat 20 kasus acid attack yang terjadi. Menurut Supriyadi, beberapa kasus dari total jumlah tersebut belum berhasil diungkap oleh kepolisian.

"Ada beberapa kasus yang masih gelap. Polanya sama seperti yang terjadi di kasus Novel. Walaupun berat kasus Novel harus dituntaskan. Masa sih polisi tidak bisa menyisir," kata Supriyadi.

Baca: Kompolnas: Penyerangan Novel Baswedan Rapi, Polisi Kesulitan Ungkap

Penyiraman air keras terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017 oleh orang tidak dikenal seusai shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

Penyiraman itu diduga dilakukan oleh dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. Polisi memeriksa belasan saksi serta rekaman CCTV yang ada di rumah Novel terkait perkara itu.

Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK.

Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Kompas TV Pegiat Antikorupsi Desak Teror Pada Novel Diusut
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keberhasilan Jokowi-Ma'ruf dalam Dua Tahun Pemerintahan Menurut Istana

Keberhasilan Jokowi-Ma'ruf dalam Dua Tahun Pemerintahan Menurut Istana

Nasional
Data Suspek Covid-19 Turun Tajam, Ini Penjelasan Kemenkes

Data Suspek Covid-19 Turun Tajam, Ini Penjelasan Kemenkes

Nasional
Dilaporkan ke Dewas, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Diduga Komunikasi dengan Kontestan Pilkada

Dilaporkan ke Dewas, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Diduga Komunikasi dengan Kontestan Pilkada

Nasional
2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Demokrat: Kondisi Politik dan Demokrasi Memburuk

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Demokrat: Kondisi Politik dan Demokrasi Memburuk

Nasional
Satgas: Kasus Positif Covid-19 Turun Selama 13 Pekan Berturut-turut

Satgas: Kasus Positif Covid-19 Turun Selama 13 Pekan Berturut-turut

Nasional
Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.