Kompas.com - 21/04/2017, 10:12 WIB
|
EditorSandro Gatra

(baca: Kasus Penyerangan Novel Baswedan, Polisi Sudah Periksa 16 Saksi)

Mereka sempat beberapa kali melihat orang mencurigakan mondar mandir dengan sepeda motor di sekitar rumah Novel.

"Yang jelas dari pemeriksaan saksi dan olah TKP di jalan itu cukup. Infonya cukup," kata Boy.

Dinilai lamban

Aktivis Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Muhammad Isnur menganggap polisi lamban dalam menyelidiki kasus Novel.

Ia mengatakan, sudah banyak bukti yang dikantungi polisi, mulai dari keterangan saksi hingga rekaman CCTV. Semestinya, polisi tidak sulit mengungkap kasus tersebut.

"Maka jadi pertanyaan kita bersama kenapa lambat? Padahal Jokowi dan Kapolri sudah memerintahkan dengan tegas untuk segera diungkap pelaku dan auktor intelektualis di belakangnya," kata Isnur.

Isnur mencontohkan kasus penganiayaan yang dialami aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun yang dibacok beberapa orang tak dikenal pada Juli 2010.

Hingga saat ini, kasus itu menguap dan belum terungkap siapa pelakunya.

"Jika berlarut-larut dan sama seperti kasus Tama, semakin besar kecurigaan masyarakat bahwa ada sesuatu di balik penyiraman Novel dan berhubungan dengan kekuasaan yang besar," kata Isnur.

Novel membaik

Cairan yang mengenai wajah Novel Baswedan tidak hanya berdampak pada kondisi mata.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, zat asam tersebut juga berdampak pada rongga hidung Novel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Partai Politik Peserta Pemilu 1955

Daftar Partai Politik Peserta Pemilu 1955

Nasional
UPDATE 22 Mei: Sebaran 227 Kasus Baru Covid-19, DKI Terbanyak dengan 110

UPDATE 22 Mei: Sebaran 227 Kasus Baru Covid-19, DKI Terbanyak dengan 110

Nasional
UPDATE 22 Mei: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,11 Persen, Ketiga 21,17 Persen

UPDATE 22 Mei: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,11 Persen, Ketiga 21,17 Persen

Nasional
UPDATE 22 Mei: 2.477 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 Mei: 2.477 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Anies: Fahmi Idris Hibahkan Waktu dan Harta untuk Bangsa

Anies: Fahmi Idris Hibahkan Waktu dan Harta untuk Bangsa

Nasional
UPDATE 22 Mei 2022: Ada 3.657 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 Mei 2022: Ada 3.657 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 22 Mei: Bertambah 3, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.522 Orang

UPDATE 22 Mei: Bertambah 3, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.522 Orang

Nasional
UPDATE 22 Mei: Tambah 285, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Capai 5.892.411

UPDATE 22 Mei: Tambah 285, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Capai 5.892.411

Nasional
UPDATE 22 Mei: Ada 227 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total 6.052.590

UPDATE 22 Mei: Ada 227 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total 6.052.590

Nasional
NU Berencana Gelar Konferensi Internasional Pemimpin Agama Seluruh Dunia

NU Berencana Gelar Konferensi Internasional Pemimpin Agama Seluruh Dunia

Nasional
Sejarah Pemilu 1955, Pemilu Perdana Setelah Indonesia Merdeka

Sejarah Pemilu 1955, Pemilu Perdana Setelah Indonesia Merdeka

Nasional
Nyatakan PKB Siap Masuk Koalisi Indonesia Bersatu, Cak Imin: Asal Saya Capresnya

Nyatakan PKB Siap Masuk Koalisi Indonesia Bersatu, Cak Imin: Asal Saya Capresnya

Nasional
Penerapan Teknologi pada Pemilu Diminta Dibarengi Kesiapan Masyarakat

Penerapan Teknologi pada Pemilu Diminta Dibarengi Kesiapan Masyarakat

Nasional
Fadli Zon: Fahmi Idris Berani Lawan Intel Pengancam Mahasiswa, Peristiwa Tak Terlupakan

Fadli Zon: Fahmi Idris Berani Lawan Intel Pengancam Mahasiswa, Peristiwa Tak Terlupakan

Nasional
Negara Rugi Rp 62,9 Triliun karena Korupsi pada 2021, yang Kembali Hanya Rp 1,4 Triliun

Negara Rugi Rp 62,9 Triliun karena Korupsi pada 2021, yang Kembali Hanya Rp 1,4 Triliun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.