Untuk Pilkada Jabar, Golkar Masih Tunggu Hasil Survei - Kompas.com

Untuk Pilkada Jabar, Golkar Masih Tunggu Hasil Survei

Kompas.com - 20/04/2017, 18:35 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar, Yorrys Raweyai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Partai Golkar, Yorrys Raweyai, mengatakan, partainya masih menunggu hasil survei terkait calon yang akan diusung dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018.

Menurut Yorrys, hal ini penting dilakukan agar Golkar memiliki dasar yang kuat untuk memutuskan calon Gubernur Jabar yang akan diusung. 

Apalagi, Jabar merupakan salah satu lumbung suara nasional pada pemilu.

"Golkar sendiri sudah mengevaluasi fenomena di DKI. Kami harus bisa evaluasi untuk membuat strategi baru. Jadi enggak asal tunjuk. Kami juga lakukan survei sampai sejauh mana yang kita usung bisa menang," kata Yorrys, di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Ia mengatakan, saat ini Golkar memiliki Dedi Mulyadi yang berpotensi untuk dicalonkan pada Pilkada Jabar.

(Baca: Senyum Dedi Mulyadi Saat Warga Deklarasikan Dukungan untuk Pilkada Jabar)

Dedi Mulyadi, yang kini merupakan Bupati Purwakarta, menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar.

Ia juga sudah beberapa kali mengungkapkan keinginan untuk berkontestasi di Pilkada Jabar meski belum dideklarasikan secara resmi oleh Golkar.

Terkait koalisi, Yorrys mengatakan, Golkar tetap membuka peluang dengan partai lain, termasuk partai yang berkoalisi pada Pilkada DKI.

"Bisa saja dilanjut, yang jelas politik itu harus koalisi," lanjut Yorrys.

Kompas TV Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, masih menunggu sikap partai dalam Pilkada Jawa Barat 2018.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

Nasional
Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

Nasional
Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

Nasional
Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

Nasional
Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional

Close Ads X