Novel Baswedan Diserang, Petisi Dukungan Masyarakat Digalang

Kompas.com - 13/04/2017, 16:24 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017). IstimewaKapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi teror yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat perhatian publik.

Pada Selasa (11/4/2017) pagi usai melaksanakan salat subuh di masjid Al Iksan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Novel disirim dengan cairan diduga air keras oleh dua orang tak dikenal. Akibatnya, Novel menjalani perawatan hingga dibawa ke sebuah Rumah Sakit di Singapura.

Amnesty International Indonesia membuat petisi di situs Change.org untuk menggalang dukungan publik terhadap pengungkapan pelaku teror. Petisi itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kami galang dukungan itu untuk perlihatkan bahwa kita tidak takut, orang Indonesia tidak takut. Kita akan akan terus berantas kasus korupsi. Kami ajak masyarakat untuk mendesak Presiden dan Kapolri untuk segera menangkap dan mengadili pelaku," kata Direktur Amesty International Indonesia Usman Hamid saat dihubungi, Kamis (13/4/2017).


(Baca: Serangan ke Novel Baswedan, Teror yang Tak Padamkan Perjuangan)

Usman mengatakan, penegak hukum dan aktivis anti korupsi di banyak negara mendapatkan serangan fisik hingga penembakan saat mengungkap kasus dugaan korupsi.

Usman meminta Presiden Jokowi agar mengeluarkan perintah untuk memberikan pengamanan khusus kepada penyidik KPK. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan sebagai agenda jangka panjang dalam menguatkan KPK.

"Bisa saja dibuat badan khusus untuk mengamankan para penyidik (KPK) yang lain. Ini kan teror juga terhadap penyidik lain. Di depan rumah, dalam kehidupan yang privat pulang dari masjid tiba-tiba diserang," ucap Usman.

Hingga pukul 15.11 WIB, petisi itu telah mendapat dukungan dari 43.637 masyarakat dengan menandatangani petisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Nasional
36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

Nasional
Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

Nasional
Penyelidikan 36 Kasus Dihentikan, KPK: Kalau Ada Laporan Masuk, Ya Kita Buka Lagi

Penyelidikan 36 Kasus Dihentikan, KPK: Kalau Ada Laporan Masuk, Ya Kita Buka Lagi

Nasional
Polemik RUU Ketahanan Keluarga, Yusril: Serahkan pada Agama dan Adat Istiadat, kecuali...

Polemik RUU Ketahanan Keluarga, Yusril: Serahkan pada Agama dan Adat Istiadat, kecuali...

Nasional
Terkait Tudingan soal Dinasti Politik, Ini Respons Bobby Nasution

Terkait Tudingan soal Dinasti Politik, Ini Respons Bobby Nasution

Nasional
Baru 1 Paslon Independen yang Penyerahan Dukungannya Diterima untuk Pilgub 2020

Baru 1 Paslon Independen yang Penyerahan Dukungannya Diterima untuk Pilgub 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X