Kompas.com - 12/04/2017, 19:01 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman menilai pencegahan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto ke luar negeri merupakan urusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan DPR.

Perwakilan Fraksi Partai Demokrat tak hadir dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) Selasa (11/4/2017) malam. Menurut dia, Bamus tersebut bukan lah hal penting.

"Enggak penting, orang usulan pencekalan urusan penegak hukum, urusan KPK. Itu urusan KPK bukan urusan dewan, Yang dicekal selama ini juga banyak," kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

(Baca: DPR Protes soal Pencegahan Setya Novanto, Ini Komentar Jokowi)

Menurut dia, pihak-pihak yang dicegah ke luar negeri tak berarti merupakan tersangka sebuah kasus. Pencegahan, kata Benny, merupakan prosedur standar dalam penegakan hukum KPK dan lembaga penegak hukum lainnya.

"Tidak ada yang istimewa, kan begitu," tutur Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.

DPR berencana melayangkan surat keberatan kepada Presiden Joko Widodo atas pencegahan Ketua DPR RI Setya Novanto ke luar negeri.

(Baca: KPK Minta DPR Hormati Pencegahan Setya Novanto ke Luar Negeri)

Langkah tersebut menindaklanjuti nota keberatan Fraksi Partai Golkar dan telah menjadi surat resmi kelembagaan karena telah disepakati dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus), Selasa (11/4/2017) malam.

Pencegahan Novanto sendiri dilakukan Dirjen Imigrasi Kemenkumham atas permintaan KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan, pencegahan tersebut dilakukan karena Setya Novanto merupakan saksi penting untuk terdakwa Andi Agustinus alis Andi Narogong. Novanto dicegah selama enam bulan ke depan.

Kompas TV Tanggapan Setnov Soal Dicegah ke Luar Negeri
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.