Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/04/2017, 14:27 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap pemerintah segera menuntaskan proses administrasi daerah otonomi baru (DOB). Pasalnya, KPU masih menemukan DOB yang belum memiliki kode wilayah sebagai acuan penyusunan daerah pemilihan dan alokasi kursi.

"Kami berharap pertengahan tahun ini, seharusnya sudah clear betul untuk jadi pegangan. Baik untuk penyelenggara maupun masyarakat di daerah dengan KPU sebagai pihak yang menetapkan daerah pemilihan," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Saat ini terdapat 18 DOB yang terdiri dari satu provinsi dan 17 kabupaten/kota. Namun, belum semua daerah tersebut siap secara administrasi.

"Ada daerah yang mekar, baru sudah diresmikan, dia punya daerah tersebut. Itu kan jadi kesulitan, dia mau masuk daerah yg mana ini? Jadi sengketa harus diselesaikan," ucap Hadar.

Menurut Hadar, alokasi kursi dan penetapan daerah pemilihan merupakan aspek penting dalam tahapan pemilu 2019. Jika tidak ditata dengan baik, lanjut dia, akan menghalangi prinsip keterwakilan.

"Ada daerah yang lebih mudah didapatkan kursinya, bahkan ada daerah pemilihan yang akan menguntungkan calon dari partai tertentu karena memang pendukung dia berkumpul di sana," kata Hadar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.