Kasus E-KTP, Elza Syarief Akui Miryam S Haryani Mendapat Tekanan - Kompas.com

Kasus E-KTP, Elza Syarief Akui Miryam S Haryani Mendapat Tekanan

Kompas.com - 05/04/2017, 22:24 WIB
KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA Advokat Elza Syarief di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/4/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara dari mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani, Elza Syarief mengatakan, kliennya diancam oleh anggota DPR lain terkait dugaan korupsi e-KTP.

Hal itu disampaikan Elza usai Miryam S Haryani menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus.

"Ditekan dengan teman-temannya yang ada di dalam dakwaan. Itu memang pernah dikatakan kepada saya," kata Elza di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Elza Syarief mengatakan, Miryam menceritakan itu saat berada di kantor Elza. Kedatangan Miryam ke kantornya untuk berkonsultasi masalah hukum sebagai teman.

Dalam kesempatan itu, Elza membenarkan adanya kedatangan pengacara muda Anton Taufik. Anton diduga mempengaruhi Miryam S Haryani untuk mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) yang disampaikan kepada penyidik KPK.

Namun, Elza tidak mengetahui siapa yang mengundang Anton.

"Iya (bertemu Anton Taufik). Saya tidak tahu siapa yang mengundang dia datang. Penyidik juga akan mengambil bukti CCTV saya untuk melihat kedatangan mereka," ucap Elza.

Elza menuturkan, dirinya sempat memberikan saran kepada Miryam untuk memberikan keterangan sesuai fakta dalam pada saat sidang e-KTP berlangsung.

Hal itu lantaran adanya ketentuan hukum bila saksi berbohong di bawah sumpah.

"Ancaman hukuman juga tinggi. Kalau berikan keterangan palsu di bawah sumpah kan bisa kena 12 tahun. Halangi penyidikan juga kena ancaman hukuman. Kalau gratifikasi kena lima tahun. Jadi kan rugi banget. Apalagi uangnya enggak gede banget," ujar Elza.

Kompas TV Konfrontir Kesaksian Miryam di Sidang Kasus E-KTP


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

Nasional
Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

Nasional
Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

Nasional
Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

Nasional
Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional

Close Ads X