Menteri Susi: Tenggelamkan Kapal Sino, Simbol Kemenangan Berantas Pencurian Ikan

Kompas.com - 02/04/2017, 09:35 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti M Fajar Marta/Kompas.comMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan sebanyak 81 kapal yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia di 12 lokasi. Salah satu kapal bernama Sino.

Penenggelaman kapal ini, kata Susi, merupakan bukti bagi penegakkan kedaulatan di wilayah Indonesia Timur.

"Kami harapkan (penenggelaman) Sino ini adalah simbol dari kemenangan kita dalam memberantas pencurian ikan setelah beberapa tahun kita mengalami kekalahan, terutama di Indonesia Timur," ujar Susi seperti dikutip dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Biro Kerjasama dan Humas KKP, Lily Aprilya Pregiwati, Minggu (2/4/2016).

Penenggelaman kapal tersebut juga disebut sebagai langkah untuk memberikan efek jera bagi para pelaku pencurian ikan. Susi berharap, ganjaran yang diterima pelaku dijatuhi sesuai dengan hukum yang berlaku dan murni karena proses pengadilan.

"Saya akan sangat kecewa dan marah apabila keputusan kapal pelaku illegal fishing ada campur tangan invisible hand yang mempengaruhi," tutur Susi yang memimpin penenggelaman kapal dari lapangan 7 Syawal, Morela, Ambon.

Penegakkan hukum yang dilakukan Susi, seperti menenggelamkan kapal, juga menjadi sejarah di dunia perikanan Indonesia dan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memberantas kejahatan tersebut di masa depan. Penenggelaman kapal pencuri ikan, selain sebagai simbol kedaulatan negara juga membawa keuntungan bagi perairan Ambon. Sebab, Ambon akan memiliki calon rumpon dan terumbu karang baru.

"Terumbu karang dan rumpon nanti akan bertambah, paling tidak bisa untuk menarik perhatian ikan-ikan di sini dan masyarakat setempat punya rumah ikan," tutur perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat itu.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menenggelamkan 81 kapal pencuri ikan di Indonesia pada Sabtu (1/4/2017) pagi.

(Baca selengkapnya: Lagi, 81 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Penjuru Indonesia)

Kapal-kapal itu merupakan hasil tangkapan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115 dan aparat lainnya di perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Kami (KKP) dibantu TNI dan Polri melakukan penenggelaman di dua belas lokasi, yaitu Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, dan Ambon," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikutip dari siaran pers resmi.

Susi memimpin langsung prosesi penenggelaman kapal itu dari Pantai Morela Ambon. Susi terhubung dengan 11 daerah penenggelaman kapal lainnya melalaui video conference dan live streaming.

(Baca selengkapnya: Cerita Menteri Susi Hitung Mundur dari "10" Saat Peledakan Kapal Pencuri Ikan)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X