Revisi KUHP, Yasonna Sebut Hukuman Mati Akan Jadi Hukuman Alternatif - Kompas.com

Revisi KUHP, Yasonna Sebut Hukuman Mati Akan Jadi Hukuman Alternatif

Kompas.com - 29/03/2017, 19:30 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hukuman mati di Indonesia direncanakan tidak lagi menjadi hukuman pokok. Nantinya, hukuman mati akan menjadi hukuman alternatif saja.

Hal ini diungkapkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (29/3/2017).

"Dalam rencana revisi KUHP memang mau dibuat begitu. Hukuman mati nantinya akan menjadi hukuman alternatif saja," ujar Yasonna.

Revisi KUHP di DPR itu sendiri berlangsung cepat. Jika tidak ada aral melintang, KUHP hasil revisi akan diputuskan pada bulan Mei 2017 yang akan datang.

Nantinya, seorang narapidana yang divonis hukuman mati akan dipantau oleh tim independen di bawah Kementerian Hukum dan HAM.

Jika sang napi dinilai bertobat, maka hukuman mati bisa dibatalkan dan diganti dengan hukuman penjara dengan masa tertentu.

"Misalnya (dalam) 10 tahun, dia berkelakuan baik, ada pertobatan, bisa diubah," ujar Yasonna.

Tim independen tersebut sendiri akan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah. PP itu juga akan mengatur kriteria seorang terpidana mati yang dapat dialihkan hukumannya.

Kompas TV PBB Kecam Hukuman Mati di Indonesia


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Ketua DPR Usul Rumah Dinas untuk Anggota Baru Diganti Tunjangan Perumahan

Ketua DPR Usul Rumah Dinas untuk Anggota Baru Diganti Tunjangan Perumahan

Nasional
Selain Korban Tewas, Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Akibatkan 19 Orang Luka dan 5 Rumah Terbakar

Selain Korban Tewas, Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Akibatkan 19 Orang Luka dan 5 Rumah Terbakar

Regional
Sandiaga: Saya Alami Sendiri di Pilkada 2017, Netralitas ASN DKI Sangat Luar Biasa

Sandiaga: Saya Alami Sendiri di Pilkada 2017, Netralitas ASN DKI Sangat Luar Biasa

Megapolitan
Polisi Lacak Nomor Telepon Penipu yang Ancam Adik Kwik Kian Gie

Polisi Lacak Nomor Telepon Penipu yang Ancam Adik Kwik Kian Gie

Megapolitan
Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, 10 Orang Dilaporkan Tewas

Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, 10 Orang Dilaporkan Tewas

Regional
Hitung Kerugian Negara, BPKP DKI Audit Proyek Jalan Nangka Depok

Hitung Kerugian Negara, BPKP DKI Audit Proyek Jalan Nangka Depok

Megapolitan
Jokowi Akui Bertemu Alumni 212, Ingin Jaga Silaturahim

Jokowi Akui Bertemu Alumni 212, Ingin Jaga Silaturahim

Nasional
Trump: Kim Jong Un Sangat Terbuka dan Terhormat

Trump: Kim Jong Un Sangat Terbuka dan Terhormat

Internasional
Ketua DPR Anggap Tak Ada Urgensi Bentuk Pansus Tenaga Kerja Asing

Ketua DPR Anggap Tak Ada Urgensi Bentuk Pansus Tenaga Kerja Asing

Nasional
Jokowi Sebut Ada Kepentingan Politis di Balik Isu Tenaga Kerja Asing

Jokowi Sebut Ada Kepentingan Politis di Balik Isu Tenaga Kerja Asing

Nasional
Penipu Rp 50 Juta Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie yang Sedang Disandera

Penipu Rp 50 Juta Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie yang Sedang Disandera

Megapolitan
Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

Internasional
Cegah Masuknya Pasukan Asing, TNI AL Gorontalo Tanam Mangrove

Cegah Masuknya Pasukan Asing, TNI AL Gorontalo Tanam Mangrove

Regional
Bertemu Maman, Ojek 'Online' yang Gratiskan Tarif ke Pelajar hingga Penumpang yang Pergi Ibadah

Bertemu Maman, Ojek "Online" yang Gratiskan Tarif ke Pelajar hingga Penumpang yang Pergi Ibadah

Megapolitan
Siapkan Pendidikan Anak yang Berkualitas

Siapkan Pendidikan Anak yang Berkualitas

BrandzView

Close Ads X