Kompas.com - 29/03/2017, 16:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorBambang Priyo Jatmiko

Ketidakpastian PKS dalam dukungan politis kepada Kang Emil yang terlihat kebelet menuju panggung politik yang lebih tinggi adalah sesuatu yang mudah dipahami mengingat Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam beberapa kali kesempatan mengungkapkan harapan agar PKS mengusung sang istri, Netty Prasetiyani maju sebagai cagub.

Sementara pada sisi lain, wajar jika PKS tidak bisa terburu memberikan tiket mengingat untuk di Jawa Barat, syarat calon yang diusung parpol yakni 20 persen jumlah kursi di DPRD Jabar atau 25 persen perolehan suara parpol atau gabungan parpol. 20 persen itu berarti 20 kursi.

Artinya, ketika tiket diserahkan kepada Kang Emil, PKS yang hanya bermodal 12 kursi sudah harus memiliki kepastian partai mana yang akan diajak berkoalisi. Ketika PKS tak kunjung memberikan kepastian, bisa kita simpulkan Gerindra sebagai calon kuat mitra koalisi dengan modal 11 kursi pun sebetulnya belum nyaman mengusung Kang Emil.

Koalisi PDI-Golkar?

Sampai saat ini, tak bisa dibantah kecerewetan dan kecerdasan Kang Emil dalam berkomunikasi melalui bersosial media—yang diklaim dikelola secara langsung--berperan besar membentuk citra positif bagi PKS dan Gerindra.

Tahun lalu aksi Kang Emil bahkan diganjar penghargaan Social Award 2016 kategori Kepala daerah yang mendapatkan sentimen positif dari dua lembaga riset independen Media Wave dan Survey One yang melakukan survei di lima kota besar: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar.

Kang Emil memang pemimpin daerah yang sociable. Lewat sosial media, Kang Emil kerap mengunggah informasi program, laporan kerja, pengumuman, kegiatan pribadi bahkan tak jarang banyolan khas Kang Emil.

Popularitas Ridwan Kamil bisa ditilik dari akun Instagram-nya yang sampai 25 Maret 2017 sudah memiliki 5,8 juta followers, sementara akun Twitter-nya mencapai 2,12 juta sedangkan Facebook-nya sudah di-like oleh 2,8 juta orang.

Tak heran, lepasnya Ridwan Emil dari genggaman PKS dan Gerindra serupa folklore angsa emas yang disia-siakan pemiliknya. Tak baik-baik dirawat dan diperhatikan akhirnya hilang aset penting bagi PKS dan Gerindra. 

Padahal semua tahu, kedua partai tersebut tentu memiliki target jangka panjang merebut Jawa Barat yang vital bagi Pemilu 2019. Sebagai contoh pada Pemilu 2014, jumlah pemilih yang mencoblos di Jabar mencapai sekitar 23,7 juta atau 71,3 persen dari total 33,3 juta suara yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di provinsi itu. Angka pemilih ini terbesar di Indonesia, yang artinya sangat penting dalam Pilpres.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesifikasi Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr Radjiman Milik TNI AL

Spesifikasi Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr Radjiman Milik TNI AL

Nasional
Puan Sebut Masyarakat Sudah Lebih Dewasa Hadapi Perbedaan Politik

Puan Sebut Masyarakat Sudah Lebih Dewasa Hadapi Perbedaan Politik

Nasional
KPU Minta Bawaslu Kirim Surat Resmi Terkait Kendala Pengaksesan Sipol

KPU Minta Bawaslu Kirim Surat Resmi Terkait Kendala Pengaksesan Sipol

Nasional
Ditanya Kapan Penetapan Capres-Cawapres Koalisi Gerindra-PKB, Prabowo: Tadi Ada Pesan 'Ojo Kesusu'

Ditanya Kapan Penetapan Capres-Cawapres Koalisi Gerindra-PKB, Prabowo: Tadi Ada Pesan "Ojo Kesusu"

Nasional
KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Bupati Mimika Eltinus Omaleng

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Bupati Mimika Eltinus Omaleng

Nasional
Jokowi-Ma'ruf Kenakan Jas Hadiri Rapat Paripurna DPR Terkait RUU APBN

Jokowi-Ma'ruf Kenakan Jas Hadiri Rapat Paripurna DPR Terkait RUU APBN

Nasional
Geledah Kantor-Rumah Bupati Pemalang, KPK Amankan Dokumen dan Uang

Geledah Kantor-Rumah Bupati Pemalang, KPK Amankan Dokumen dan Uang

Nasional
PKS Sebut Anies Masuk Radar Capres yang Sedang Dikaji

PKS Sebut Anies Masuk Radar Capres yang Sedang Dikaji

Nasional
Ibas Sebut Komunikasi Politik Demokrat Tak Terbatas Parpol Tertentu

Ibas Sebut Komunikasi Politik Demokrat Tak Terbatas Parpol Tertentu

Nasional
KPU Tanggapi Keluhan Bawaslu Soal Pengawasan Verifikasi Parpol: Sipol Bisa Dibaca 24 Jam

KPU Tanggapi Keluhan Bawaslu Soal Pengawasan Verifikasi Parpol: Sipol Bisa Dibaca 24 Jam

Nasional
Bupati Mimika Eltinus Omaleng Gugat KPK ke PN Jaksel Soal Penetapan Tersangka

Bupati Mimika Eltinus Omaleng Gugat KPK ke PN Jaksel Soal Penetapan Tersangka

Nasional
Kader PKB Ingin Cak Imin dan Prabowo Segera Gelar Musyawarah soal Pencapresan

Kader PKB Ingin Cak Imin dan Prabowo Segera Gelar Musyawarah soal Pencapresan

Nasional
PKS Tak Kunjung Umumkan Koalisi Pemilu 2024: Bukan Pameran UMKM

PKS Tak Kunjung Umumkan Koalisi Pemilu 2024: Bukan Pameran UMKM

Nasional
Surya Darmadi Batal Diperiksa karena Kurang Fit

Surya Darmadi Batal Diperiksa karena Kurang Fit

Nasional
Jokowi Sebut Indonesia Produsen Kunci Rantai Pasok Baterai Litium

Jokowi Sebut Indonesia Produsen Kunci Rantai Pasok Baterai Litium

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.