Seleksi Wawancara Calon Hakim MK Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

Kompas.com - 27/03/2017, 20:30 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAGedung Mahkamah Konstitusi
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Seleksi wawancara terbuka terhadap calon hakim Mahkamah Konstitusi turut mendapat pemantauan dari Koalisi Masyarakat Sipil dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat.

Namun, seleksi yang berlangsung di Gedung Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/3/2017) hari ini dinilai belum menyentuh akar permasalahan.

Erwin Natoesmal Oemar dari Indonesian Legal Roundtable mengatakan, ada masalah yang tengah mengakar di MK saat ini.

Sebab, sudah dua hakim Mahkamah Konstitusi yang tertangkap tangan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni Akil Mochtar dan Patrialis Akbar. Belum lagi belakangan, ada berkas gugatan Pilkada Kabupaten Dogiyai yang hilang dicuri.

Harusnya, kata dia, panitia seleksi menanyakan mengenai berbagai masalah ini dan meminta solusinya. Namun, hal itu tidak dilakukan.

"Dua kali hakim konstitusi ditangkap, berkas pilkada hilang. Calon yang ikut seleksi harus paham hal ini. Jadi ketika masuk MK enggak kaget," kata Erwin usai seleksi wawancara.

Seleksi hari ini menghadirkan lima calon hakim MK. Setiap calon diwawancarai secara bergantian selama satu jam oleh tujuh anggota pansel.

Wawancara tehadap enam calon hakim MK lainnya rencananya akan dilakukan pada Rabu (29/3/2017) mendatang.

Erwin beharap dalam wawancara selanjutnya, masalah suap yang sudah terjadi dua kali terhadap hakim MK bisa lebih didalami.

"Kita berharap calon yang terpilih nanti bisa mengubah kultur di MK. MK dalam kondisi darurat," ucap Erwin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Bacakan Tuntutan terhadap Djoko Tjandra Kamis Hari Ini

Jaksa Bacakan Tuntutan terhadap Djoko Tjandra Kamis Hari Ini

Nasional
UPDATE: 1.353.834 Kasus Covid-19 serta Seruan Satu Komando Pusat dan Daerah

UPDATE: 1.353.834 Kasus Covid-19 serta Seruan Satu Komando Pusat dan Daerah

Nasional
Kasus Bansos Covid-19, Sekjen Kemensos Ungkap Aliran Dana untuk Juliari Batubara

Kasus Bansos Covid-19, Sekjen Kemensos Ungkap Aliran Dana untuk Juliari Batubara

Nasional
Tentang Virus Corona B.1.1.7 dari Inggris yang Terdeteksi di Karawang

Tentang Virus Corona B.1.1.7 dari Inggris yang Terdeteksi di Karawang

Nasional
Presiden Jokowi Ajak Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Presiden Jokowi Ajak Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Nasional
KPK Usut Kasus Suap Pajak Senilai Puluhan Miliar Rupiah dan Respons Sri Mulyani

KPK Usut Kasus Suap Pajak Senilai Puluhan Miliar Rupiah dan Respons Sri Mulyani

Nasional
Ketujuh Eks Kader Demokrat Bakal Ajukan Gugatan Pemecatan Bersamaan

Ketujuh Eks Kader Demokrat Bakal Ajukan Gugatan Pemecatan Bersamaan

Nasional
Kepala BKPM Sebut Investasi Miras Usulan dari Pemda dan Masyarakat

Kepala BKPM Sebut Investasi Miras Usulan dari Pemda dan Masyarakat

Nasional
Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

Nasional
Ini Kasus yang Dipertimbangkan KPK untuk Diterbitkan SP3

Ini Kasus yang Dipertimbangkan KPK untuk Diterbitkan SP3

Nasional
KPK Sita Rumah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Jakarta Selatan

KPK Sita Rumah Milik Staf Khusus Edhy Prabowo di Jakarta Selatan

Nasional
Menristek: Mutasi Virus Corona Berpengaruh pada Efikasi Vaksin

Menristek: Mutasi Virus Corona Berpengaruh pada Efikasi Vaksin

Nasional
Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Berbagai Dokumen

Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, KPK Sita Berbagai Dokumen

Nasional
Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing terhadap 4 Anggota Laskar FPI

Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing terhadap 4 Anggota Laskar FPI

Nasional
Tanggapi Isu KLB, Demokrat: Demi Selamatkan Partai atau Kepentingan Pribadi?

Tanggapi Isu KLB, Demokrat: Demi Selamatkan Partai atau Kepentingan Pribadi?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X