2016, Konten Berisi Ujaran Kebencian Paling Banyak Diadukan ke Polisi - Kompas.com

2016, Konten Berisi Ujaran Kebencian Paling Banyak Diadukan ke Polisi

Kompas.com - 26/03/2017, 08:46 WIB
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kasubdit IT dan Cyber Crime Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Subdit IT dan Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, konten berisi ujaran kebencian merupakan jenis tindak pidana yang paling banyak diadukan masyarakat ke polisi.

Pada 2015, jumlah laporan yang masuk berkaitan dengan ujaran kebencian sebanyak 671 laporan. Tahun 2016, jumlah laporan mengenai hal itu juga tinggi.

"Tertinggi 2016 itu hate speech, soal SARA," ujar Himawan dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (25/3/2017) malam.

Ujaran kebencian itu meliputi pencemaran nama baik, pelecehan, fitnah, provokasi, dan ancaman.

Dari laporan itu, yang baru ditangani 199 kasus.

Sementara itu, kejahatan dunia maya seperti penipuan online menempati urutan kedua terbanyak dengan jumlah laporan sebanyak 639. Dari jumlah itu, baru diselesaikan 185 kasus.

Banyaknya laporan tersebut, khususnya untuk ujaran kebencian, tak terlepas dari maraknya kabar hoax. Himawan mengatakan, konten tersebut dibuat mulanya untuk iseng. Pembuatnya tak menyadari bahwa ada pasal pidana yang bisa menjerat mereka.

"Tak luput polisi juga kena, ada percakapan Whatsapp Kapolri dengan Polda Metro Jaya, lalu foto ini," kata Himawan sambil menunjukkan foto Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan Wakil Kapolri Syafruddin yang diedit seperti memakai topi santa. "Ini saat melaksanakan gelar perkara Ahok," kata dia.

Cara yang dilakukan untuk menindaklanjuti kasus-kasus tersebut salah satunya dengan menutup akun yang menyebarkan hoax. Di sisi lain, kata Himawan, Polri poaktif mencari berita positif untuk disebarkan ke masyarakat.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Deklarasi 'Tandingan' Partai Demokrat di Cirebon, Wali Kota Dianggap Tersesat hingga Komentar Timses Jokowi

Fakta di Balik Deklarasi "Tandingan" Partai Demokrat di Cirebon, Wali Kota Dianggap Tersesat hingga Komentar Timses Jokowi

Regional
Sejak Skandal 2008, Warga China Masih Risaukan Susu Formula Lokal

Sejak Skandal 2008, Warga China Masih Risaukan Susu Formula Lokal

Internasional
Akibat Perubahan Iklim, Korsel Bisa Menjadi Produsen Pisang dan Mangga

Akibat Perubahan Iklim, Korsel Bisa Menjadi Produsen Pisang dan Mangga

Internasional
Soal Ba'asyir, JK Sebut Tak Mungkin Buatkan Peraturan Hanya untuk 1 Orang

Soal Ba'asyir, JK Sebut Tak Mungkin Buatkan Peraturan Hanya untuk 1 Orang

Nasional
Bawaslu DKI Panggil Pelapor Jokowi Terkait Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Bawaslu DKI Panggil Pelapor Jokowi Terkait Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Megapolitan
Kubu Prabowo-Sandiaga Usulkan Debat Kedua Gunakan Format 'Tarung Bebas'

Kubu Prabowo-Sandiaga Usulkan Debat Kedua Gunakan Format "Tarung Bebas"

Nasional
Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Polisi Razia Ratusan Botol Miras

Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Polisi Razia Ratusan Botol Miras

Regional
Pemilik Gudang Penyimpanan Mobil Mewah Bodong dari Singapur Diamankan

Pemilik Gudang Penyimpanan Mobil Mewah Bodong dari Singapur Diamankan

Regional
TKN Jokowi-Ma'ruf Serahkan Penentuan Moderator kepada KPU

TKN Jokowi-Ma'ruf Serahkan Penentuan Moderator kepada KPU

Nasional
Penjelasan Polri soal Pergantian Kabareskrim yang Baru 5 Bulan Dijabat Arief Sulistyanto

Penjelasan Polri soal Pergantian Kabareskrim yang Baru 5 Bulan Dijabat Arief Sulistyanto

Nasional
Kesal Dihina, Koki Kebab di Turki Bunuh dan Mutilasi Putri Kandungnya

Kesal Dihina, Koki Kebab di Turki Bunuh dan Mutilasi Putri Kandungnya

Internasional
Menko PMK: Setiap Ada Bencana Kita Tak Boleh Berjalan Sendiri-sendiri

Menko PMK: Setiap Ada Bencana Kita Tak Boleh Berjalan Sendiri-sendiri

Nasional
Pernah Disegel, 'Food Street' di Pulau Reklamasi Kini Ramai Pengunjung

Pernah Disegel, "Food Street" di Pulau Reklamasi Kini Ramai Pengunjung

Megapolitan
Berburu Si Legit Rambutan Tangkue Khas Lebak, Rasanya seperti Manisan

Berburu Si Legit Rambutan Tangkue Khas Lebak, Rasanya seperti Manisan

Regional
AS Minta Rusia untuk Musnahkan 'Rudal Ilegal'

AS Minta Rusia untuk Musnahkan "Rudal Ilegal"

Internasional

Close Ads X