Fahri Hamzah Minta Polri Tak Tanggapi Hoaks yang Bikin Gaduh

Kompas.com - 23/03/2017, 17:53 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
|
EditorKontributor Brisbane, Krisiandi
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta agar Polri tidak membuat gaduh dalam menanggapi berita bohong atau hoaks terkait pilkada.

 

Polri dan pemerintah, kata dia, justru harus meluruskan isu hoaks yang disebarkan ke publik. 

"Jangan gitu caranya. Pemerintah (Polri) harus kembali berpikir kalau beri jawaban. Sehingga pemerintah harus punya kemampuan meluruskan berita itu siapa yang buat dan dimana lokasinya. Itu harus dijawab, jangan timbulkan kepanikan lain," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Ia pun mengusulkan agar Polri dan seluruh elemen pemerintah memanfaatkan divisi humas secara optimal.

(Baca: Menteri Agama Ajak Universitas Ikut Perangi Hoaks)

Sehingga begitu muncul hoaks yang melibatkan lembaga terkait, divisi humas dengan sigap bisa langsung mengklarifikasi.

Ia pun menyarankan agar Kementerian Komunikasi dan Informatika dilibatkan untuk membantu lembaga negara lainnya, seperti Polri, dalam mengklarifikasi hoaks.

Sebab, saat ini produksi informasi berlangsung cepat sehingga bila tidak diimbangi oleh respons aktif negara, berita bohong yang bertebaran justru berpotensi menjadi sumber informasi pemerintah dalam mengambil kebijakan.

"Kalau begitu kan bahaya. Juru bicara kantor pemerintah harus rutin ada berita klarifikasi. Berita (hoaks) gimana lalu klarifikasi. Sebab kalau tidak, berita hoaks menyebar dan rakyat rawan melakukan tindakan yang tidak diinginkan," lanjut Fahri.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan, kabar penculikan anak yang beredar melalui pesan singkat berantai serta di dunia maya, tidak benar. Kabar tersebut beberapa waktu terakhir beredar di sejumlah wilayah di Tanah Air.

(Baca: Hingga Awal 2017, Polisi Terima 4.000 Laporan Terkait Hoaks)

 

“Saya yakinkan dan sudah cek, di Sumatera Utara dan beberapa wilayah lain termasuk Jakarta, berita tersebut adalah berita hoax,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Salah satu pesan berantai tersebut menyebutkan bahwa ada penculikan anak di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, Minggu (19/3/2017) lalu.

Pesan itu menyebutkan, pelaku berpura-pura gila saat ditangkap. Menurut Tito, penyebar isu penculikan anak sengaja memanfaatkan momentum keramaian pemilihan kepala daerah untuk menaikkan isu tersebut.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X