Kamis Siang, Sidang Ketiga E-KTP Agendakan Pemeriksaan Tujuh Saksi - Kompas.com

Kamis Siang, Sidang Ketiga E-KTP Agendakan Pemeriksaan Tujuh Saksi

Kompas.com - 23/03/2017, 09:17 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULU Terdakwa mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/3/2017). KPK menduga ada perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek KTP elektronik dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 2,3 Triliun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi akan menggelar sidang ketiga kasus dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP dengan agenda pemeriksaan saksi.

Menurut Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, jaksa akan menghadirkan tujuh saksi dalam sidang tersebut. Ketujuh saksi itu berasal dari unsur Kementerian Dalam Negeri dan DPR.

"Dari tujuh orang saksi itu, empat orang adalah pejabat atau mantan pejabat di Kemendagri dan tiga orang dari anggota atau mantan anggota DPR RI," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Pemeriksaan saksi, kata Febri, masih berkaitan dengan aspek penganggaran pada proyek e-KTP tersebut.

(Baca: Pihak yang Disebut Terima "Fee" E-KTP Lapor Polisi, Bisakah Diproses?)

Dalam sidang sebelumnya, jaksa menjadwalkan pemeriksaan delapan saksi. Namun, hanya enam yang hadir yaitu mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi; Sekretaris Jenderal Kemendagri saat ini, Yuswandi Temenggung; mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraeni.

Selain itu, Direktur Fasilitas Dana Perimbangan Ditjen Keuangan Kemendagri Elvius Dailami; mantan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap; dan Direktur Utama PT Karsa Wira Utama, Winata Cahyadi.

Sementara dua lainnya, mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang berhalangan hadir dan mantan Direktur Jenderal Adminsitrasi Kependudukan Kemendagri Rasyid Saleh yang terlambat diundur pemeriksaan dalam sidang.

Dalam kasus ini, dua orang yang jadi terdakwa yaitu mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman. Perbuatan keduanya diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun.

(Baca: KPK Sengaja Rahasiakan Nama Pengembali Uang Korupsi E-KTP)

Banyak pihak yang disebut dalam dakwaan telah menerima dana hasil korupsi e-KTP tahun 2011-2012. Korupsi terjadi sejak proyek itu dalam perencanaan serta melibatkan anggota legislatif, eksekutif, Badan Usaha Milik Negara, dan swasta.

Dalam dakwaan, Andi Narogong selaku pelaksana yang ditunjuk mengerjakan proyek e-KTP diketahui beberapa kali melakukan pertemuan dengan Ketua Fraksi Partai Golkar saat itu Setya Novanto, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Hingga kemudian, DPR RI menyepakati anggaran proyek e-KTP sesuai grand design 2010, yaitu RP 5,9 triliun. Dari anggaran itu, sebesar 51 persen atau Rp 2,662 triliun digunakan untuk belanja modal atau belanja riil pembiayaan proyek e-KTP.

Sedangkan 49 persen atau sebesar Rp 2,558 triliun dibagi-bagi ke sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi II DPR RI dan Badan Anggaran DPR RI.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril

Terkini Lainnya

Empat Jenazah Anggota DPRD Bangka Belitung Korban Lion Air JT 610 Telah Dipulangkan

Empat Jenazah Anggota DPRD Bangka Belitung Korban Lion Air JT 610 Telah Dipulangkan

Regional
Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Regional
Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Regional
Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah 'Genderuwo Politik'

Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah "Genderuwo Politik"

Regional
Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Regional
8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

Regional
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Internasional
Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Regional
Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Megapolitan
Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Megapolitan
Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Megapolitan
Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Regional
Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Internasional
Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Regional
Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Regional

Close Ads X