Suatu Malam di LBH Jakarta dan Harapan Petani Kendeng...

Kompas.com - 21/03/2017, 11:57 WIB
Band Marjinal menyanyikan lagu-lagu untuk menghibur para petani Kendeng di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Sabtu (18/3/2017). Sejak Senin (13/3/2017) para petani Kendeng melakukam aksi unjuk rasa di depan Istana Negara menolak ijin operasional pabrik semen PT Semen Indonesia. KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRABand Marjinal menyanyikan lagu-lagu untuk menghibur para petani Kendeng di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Sabtu (18/3/2017). Sejak Senin (13/3/2017) para petani Kendeng melakukam aksi unjuk rasa di depan Istana Negara menolak ijin operasional pabrik semen PT Semen Indonesia.
|
EditorSabrina Asril

"Kecewa tapi karena belum bisa mutuskan ya. Kami pengennya Pak Joko Widodo. Sudah sering kok dikecewakan. Ada keputusan macam itu enggak kaget. Aksi setiap hari sampai pabrik semen ditutup," kata Karyadi di LBH Jakarta, Senin (20/3/2017) malam.

Untuk menghibur para petani Kendeng, Sanggar Ciliwung bernyanyi bersama dengan petani Kendeng. Dari lagu Cucak Rowo hingga, Bongkar karya Iwan Fals dinyanyikan bersama.

Karyadi menghibur diri dengan membaca puisi ciptaannya yang berjudul "Negeriku Mana". Puisi itu bercerita tentang harapan negeri yang subur dan tenteram namun hal yang terjadi justru sebaliknya.

"Negeriku mana"

Negeriku mana yang bermandi mutu manikan, bersolek kesuburan, berjubah kemakmuran, gemah ripah loh jinawe

Negeriku mana yang adem ayem toto titi tentrem karto raharjo

Negeriku mana yang mengangkat pedang keadilan tinggi-tinggi

Satu Nusa, akan dijadikannya Nusa Kambangan

Satu bangsa, bangsa para pemakan tanah, peminum darah sesama

Satu bahasa, bahasa para penjilat rakyat.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Nasional
Begini Gambaran Karantina Wilayah Menurut Mahfud MD

Begini Gambaran Karantina Wilayah Menurut Mahfud MD

Nasional
Wali Kota: Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19,  Sempat Didiagnosa Tifus

Wali Kota: Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19, Sempat Didiagnosa Tifus

Nasional
Mahfud MD: DKI Kirim Surat kepada Presiden Minta Karantina Wilayah

Mahfud MD: DKI Kirim Surat kepada Presiden Minta Karantina Wilayah

Nasional
Covid-19 Mewabah, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Senin Besok

Covid-19 Mewabah, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Senin Besok

Nasional
Pandemi Covid-19, Perppu Penundaan Pilkada 2020 Dinilai Penuhi Syarat untuk Diterbitkan

Pandemi Covid-19, Perppu Penundaan Pilkada 2020 Dinilai Penuhi Syarat untuk Diterbitkan

Nasional
KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020

KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020

Nasional
Pemerintah: Lindungi yang Sakit Covid-19, Jangan Distigmatisasi...

Pemerintah: Lindungi yang Sakit Covid-19, Jangan Distigmatisasi...

Nasional
Soal Skema Penutupan Jalan di DKI, Korlantas: Tunggu Kebijakan Pemerintah

Soal Skema Penutupan Jalan di DKI, Korlantas: Tunggu Kebijakan Pemerintah

Nasional
Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Nasional
Melalui Ngaji Online Bareng, Taqy Malik dan Fathur Ajak Masyarakat Berdonasi

Melalui Ngaji Online Bareng, Taqy Malik dan Fathur Ajak Masyarakat Berdonasi

Nasional
Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Nasional
Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Nasional
Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Nasional
Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X