Sosok yang Jadi Pilihan Generasi Milenial di Pilkada DKI...

Kompas.com - 17/03/2017, 22:05 WIB
Rohaniwan sekaligus Pengamat Sosial Romo Benny Susetyo dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Inggu (29/5/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraRohaniwan sekaligus Pengamat Sosial Romo Benny Susetyo dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Inggu (29/5/2016)
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi milenial dinilai memberikan warna tersendiri bagi dunia politik di Indonesia.  

Pengamat etika dan komunikasi politik Benny Susetyo mengatakan, karakter generasi milenial yang tidak mau didikte, cair, kreatif dan dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi calon pemimpin untuk merebut perhatian mereka.

"Jadi kalau pasangan calon itu salah dalam menerapkan strategi komunikasi, ya salah sudah," ujar Benny di Kantor PARA Syndicate Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).

(Baca: Ahok-Anies dan Djarot-Sandiaga di Mata Generasi Milenial...)

"Strategi komunikasinya harus soft, tidak bisa blakblakan, tidak boleh mendikte, tidak boleh memaksakan. Semakin dipaksa mereka akan semakin menolak," lanjut dia.

Karakter calon pemimpin juga menentukan. Generasi milenial, kata Benny, adalah generasi yang antikemapanan.

Mereka menembus nilai-nilai yang oleh generasi sebelumnya disebut sebagai sopan santun.

Maka, pemimpin yang sederhana, tampil apa adanya, nampak sama dengan mereka dan jauh dari kekakuan adalah sosok pemimpin yang mendapat perhatian dari mereka.

Dalam konteks putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, lanjut Benny, generasi milenial akan memilih sosok pemimpin yang demikian.

(Baca: Pilih SBY atau Jokowi? Ini Jawaban Generasi Milenial...)

"Mereka akan memilih yang asik bagi dia. Siapa? lah itu yang kita enggak bisa tahu. Karena mereka punya independensi, mereka tidak mau didikte dan mereka ingin menjadi dirinya sendiri," ujar Benny.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

Nasional
Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Nasional
ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

Nasional
BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

Nasional
UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Nasional
UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

Nasional
Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Nasional
Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X