Kompas.com - 15/03/2017, 11:55 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2/2017).  Boy Rafli Amar memastikan tak ada korban jiwa dalam aksi baku tembak pasca ledakan bom panci di Kelurahan Arjuna, Bandung, Senin (27/2/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2/2017). Boy Rafli Amar memastikan tak ada korban jiwa dalam aksi baku tembak pasca ledakan bom panci di Kelurahan Arjuna, Bandung, Senin (27/2/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, sembilan orang yang ditangkap di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu diduga berkaitan dengan kelompok teroris di Filipina Selatan.

Informasi tersebut didapatkan polisi selama proses pemeriksaan para terduga teroris tersebut.

"Mereka bagian dari jaringan yang ada hubungan, akses ke jaringan terorisme di Filipina Selatan," ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Namun, informasi tersebut baru keterangan satu pihak yang harus dikonfirmasi. Boy belum dapat menyebut secara rinci peranan masing-masing orang yang ditangkap tersebut.

"Ini informasi yang terus kami dalami, yang memberikan pengaruh dalam aktivitas mereka," kata Boy.

Kelompok tersebut diketahui merupakan jaringan baru di Sulawesi Tengah. Polri memastikan mereka tak terkait dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang pernah dipimpin Santoso.

Sembilan orang tersebut berencana menyerang sejumlah markas kepolisian dan TNI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Berencana Serang Polisi di Sulawesi Tengah, Sembilan Orang Ditangkap)

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriyadi mengatakan, mereka merupakan kelompok baru dan berafiliasime ke ISIS.

Sembilan orang tersebut merupakan anggota rekrutan baru yang dibawah pimpinan BSR yang berada di Makassar, Sulawesi Tengah.

Dari hasil pemeriksaan sementara, menurut dia, terungkap bahwa para pelaku berencana melakukan aksi pengeboman di sejumlah alat vital negara seperti Mapolres Parigi Moutong, Polres Tolitoli, dan Kodim Tolitoli.

Lokasi tersebut menjadi target utama para terduga teroris karena dianggap sepi dari pemantauan aparat keamanan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Praperadilan Yahya Waloni Digelar Senin Ini

Sidang Perdana Praperadilan Yahya Waloni Digelar Senin Ini

Nasional
Anggota DPR: Nakes dan Fasilitas Kesehatan Adalah Wilayah Sakral, Terlarang Disentuh Konflik

Anggota DPR: Nakes dan Fasilitas Kesehatan Adalah Wilayah Sakral, Terlarang Disentuh Konflik

Nasional
Komisi III Mulai Gelar 'Fit and Proper Test' Calon Hakim Agung Hari Ini

Komisi III Mulai Gelar "Fit and Proper Test" Calon Hakim Agung Hari Ini

Nasional
Komnas HAM: Cegah Siapa Pun Jadi Korban dalam Konflik Kekerasan di Papua

Komnas HAM: Cegah Siapa Pun Jadi Korban dalam Konflik Kekerasan di Papua

Nasional
Hari Terakhir PPKM, Ini Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Hari Terakhir PPKM, Ini Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Nasional
4.190.763 Kasus Covid-19 dan Target 70 Persen Vaksinasi Akhir Tahun

4.190.763 Kasus Covid-19 dan Target 70 Persen Vaksinasi Akhir Tahun

Nasional
Kemenkes Tegaskan Pesan Singkat Berkedok Cek Status Vaksinasi Covid-19 Hoaks

Kemenkes Tegaskan Pesan Singkat Berkedok Cek Status Vaksinasi Covid-19 Hoaks

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Permohonan Amnesti untuk Saiful Mahdi

[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Permohonan Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
Jokowi Sigap Saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Jokowi Sigap Saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Nasional
LPSK Sayangkan Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

LPSK Sayangkan Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Jokowi Sudah Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman soal TWK KPK

Jokowi Sudah Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman soal TWK KPK

Nasional
Perempuan dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional 2024

Perempuan dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional 2024

Nasional
Indonesia Kembali Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Indonesia Kembali Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Nasional
Ombudsman Beri Rekomendasi TWK KPK ke Presiden Sesuai Perintah UU

Ombudsman Beri Rekomendasi TWK KPK ke Presiden Sesuai Perintah UU

Nasional
UPDATE: 192.413 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 4,76 Persen

UPDATE: 192.413 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 4,76 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.