Gagal Bertemu Jokowi, Petani Kendeng Tetap Melanjutkan Aksi Semen Kaki

Kompas.com - 14/03/2017, 20:24 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng akan kembali melakukan aksi protes semen kaki di depan Istana Negara, besok, Rabu (15/3/2017) siang, sekitar pukul 13.00 WIB.

Mereka tetap melanjutkan aksi protes, sebab tuntutan mereka untuk bertemu Presiden Joko Widodo belum terpenuhi.

"Para petani Kendeng akan kembali aksi besok di tempat yang sama pukul 13.00 WIB. Mereka baru berhenti jika bisa bertemu Presiden," ujar Ivan Wagner, pendamping hukum petani Kendeng dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang saat ditemui usai unjuk rasa di depan Istana Negara, Selasa (14/3/2017).

Sejak memulai aksi pada pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB, tuntutan para petani Kendeng itu belum ditanggapi oleh pihak Istana.

Mereka juga meminta Presiden Jokowi segera mencabut izin lingkungan PT. Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan menghentikan kegiatan penambangan karst oleh pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan.

(Baca: Pemerintah Tak Bisa Cegah Ganjar Teken Izin untuk Pabrik Semen di Kendeng)

Menurut Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Joko Prianto para petani Kendeng ini tidak akan melepaskan belenggu semen dari kaki mereka sampai Presiden Jokowi mengabulkan tuntutan mereka.

"Aksi semen kaki ini adalah gambaran apa yang dialami oleh para petani di Pegunungan Kendeng. Hidup mereka telah terbelenggu dengan keberadaan pabrik semen yang merusak alam," ucap Joko.

Pada aksi protes di hari kedua ini jumlah petani yang mencor kakinya bertambah menjadi sebelas orang setelah sehari sebelumnya sepuluh petani mencor kakinya lebih dulu.

Gunretno dari komunitas Sedulur Sikep pun ikut mencor kakinya dengan semen dan bergabung dengan sepuluh petani lainnya. Joko menuturkan, jumlah petani akan terus bertambah selama mereka melakukan aksi protes di depan Istana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.