Kompas.com - 08/03/2017, 14:27 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat tiba di the World Conference Center di Kota Bonn, Jerman, yang menjadi tempat pelaksanaan pertemuan Menlu G20.  Patrik STOLLARZ / AFPMenteri Luar Negeri Retno Marsudi saat tiba di the World Conference Center di Kota Bonn, Jerman, yang menjadi tempat pelaksanaan pertemuan Menlu G20.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan Kerajaan Arab Saudi memberikan sebilah pedang berwarna kuning keemasan. Meski demikian, Retno menegaskan bahwa pedang itu bukan untuk dirinya sebagai personal, melainkan untuk negara.

"Pedang itu adalah lambang persahabatan dari negara Arab Saudi dengan Indonesia," ujar Retno di Kompleks Istana Presiden, Rabu (8/3/2017).

"Pedang itu tidak diberikan kepada saya," lanjut dia.

Lagipula, setelah menerima pedang itu, Retno langsung berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Luar Negeri. Kepada Irjen kementeriannya, Retno melaporkan penerimaan pedang itu.

(Baca: Polri Akan Beritahu KPK soal Pedang Emas dari Raja Salman)

"Oleh Irjen Kemenlu nantinya, apakah akan dicatatkan sebagai barang milik negara dan sebagainya, itu silakan," ujar Retno.

Retno menampik menutup-nutupi pemberian pedang oleh Saudi itu. Bahkan setelah menerimanya, Retno memfoto pedang dan menyebarkannya melalui ponselnya.

"Kalau misalnya ada sesuatu yang ingin saya sembunyikan, enggak usah saya potret toh? Kan kalau dipotret ada buktinya," ujar Retno.

(Baca: Kapolri Sebut Cenderamata dari Arab Saudi Bukan Pedang Emas)

Retno juga heran ada masyarakat yang ribut bahwa pedang itu terbuat dari emas. Padahal, Retno sendiri belum memastikan apakah pedang itu benar terbuat dari emas atau hanya berwarna keemasan.

Soal terbuat dari emas itu sendiri, Retno mengaku penasaran. Sebab, saat menerimanya, ia sama sekali tidak berpikir pedang itu terbuat atau dilapis emas.

"Makanya saya heran pada saat sudah ribut, baru tadi pagi saya lihat lagi. Memang warnanya kuning. Saya sendiri tidak melihat itu sejak diberikan," ujar Retno.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICW Nilai Tuntutan 4 Tahun Penjara untuk Penyuap Juliari Sangat Rendah

ICW Nilai Tuntutan 4 Tahun Penjara untuk Penyuap Juliari Sangat Rendah

Nasional
Disomasi, Kubu KLB: Demokrat Tak Berhak Larang Penggunaan Atribut

Disomasi, Kubu KLB: Demokrat Tak Berhak Larang Penggunaan Atribut

Nasional
Polri: Jozeph Paul Zhang Berstatus Tersangka Penistaan Agama

Polri: Jozeph Paul Zhang Berstatus Tersangka Penistaan Agama

Nasional
Kemendagri Ganti 36.077 Dokumen Kependudukan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB

Kemendagri Ganti 36.077 Dokumen Kependudukan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB

Nasional
Polemik Kamus Sejarah Indonesia, Kemendikbud: Tidak Pernah Diterbitkan, Masih Penyempurnaan

Polemik Kamus Sejarah Indonesia, Kemendikbud: Tidak Pernah Diterbitkan, Masih Penyempurnaan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Nama Asli Jozeph Paul Zhang | Jozeph Paul Zhang Diduga Tak Berada di Indonesia

[POPULER NASIONAL] Nama Asli Jozeph Paul Zhang | Jozeph Paul Zhang Diduga Tak Berada di Indonesia

Nasional
PPKM Mikro Diperpanjang, Dokumen Administrasi Perjalanan Harus Dibawa jika Keluar Daerah

PPKM Mikro Diperpanjang, Dokumen Administrasi Perjalanan Harus Dibawa jika Keluar Daerah

Nasional
UPDATE: Total 4.282 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 11 di Singapura

UPDATE: Total 4.282 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 11 di Singapura

Nasional
Nota Kesepahaman Diteken, Pengembangan Vaksin Nusantara Tidak Dikomersialkan

Nota Kesepahaman Diteken, Pengembangan Vaksin Nusantara Tidak Dikomersialkan

Nasional
Nilai Banyak Kejanggalan, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Tarik dan Revisi Kamus Sejarah

Nilai Banyak Kejanggalan, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Tarik dan Revisi Kamus Sejarah

Nasional
Kontroversi Pembentukan Undang-undang dan Bertambahnya Pengujian di MK

Kontroversi Pembentukan Undang-undang dan Bertambahnya Pengujian di MK

Nasional
Fakta Persidangan Rizieq: 3.000 Orang Menyambut di Megamendung, 20 Orang Reaktif Pascakerumunan

Fakta Persidangan Rizieq: 3.000 Orang Menyambut di Megamendung, 20 Orang Reaktif Pascakerumunan

Nasional
Mendagri Terbitkan Instruksi Nomor 9/2021, Pertegas Perpanjangan Kembali PPKM Mikro

Mendagri Terbitkan Instruksi Nomor 9/2021, Pertegas Perpanjangan Kembali PPKM Mikro

Nasional
Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kilogram Narkoba di Sumut

Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kilogram Narkoba di Sumut

Nasional
Kasus Covid-19 di Tanah Air Bertambah 4.952 dan Klaim Pemerintah soal Keberhasilan PPKM Mikro

Kasus Covid-19 di Tanah Air Bertambah 4.952 dan Klaim Pemerintah soal Keberhasilan PPKM Mikro

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X