Menkumham Nilai Harus Ada Perubahan Tata Kelola Lapas - Kompas.com

Menkumham Nilai Harus Ada Perubahan Tata Kelola Lapas

Kompas.com - 06/03/2017, 20:24 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengakui bahwa pemerintah masih sulit untuk menemukan solusi atas minimnya fasilitas dan kapasitas lembaga pemasyarakatan.

Yasonna pun meyakini setiap negara di dunia telah mengeluarkan banyak anggaran untuk mengatasi persoalan itu, namun belum menemukan solusi yang tepat.

"Situasi ini tidak bisa diatasi dengan sekejap mata, namun harus dikelola dengan baik, melibatkan sejumlah elemen dan strategi, termasuk program rehabilitasi, strategi keamanan dan struktur bangunan," ujar Yasonna saat membuka pelaksanaan The 6th Asian Conference Correctional Facilities Architect and Planners (ACCFA) 2017, di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017).

Menurut Yasonna, harus ada perubahan tata kelola pemasyarakatan, yang tidak lagi berorientasi pada penghukuman, melainkan penekanan pada proses rehabilitasi.

Oleh sebab itu, dia berharap ACCFA bisa menjadi wadah diskusi dan pertukaran informasi permasalahan kepenjaraan di antara negara-negara Asia Pasifik.

Selain itu, kata Yasonna, pertukaran strategi antar-negara untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas di lapas perlu dilakukan untuk menemukan cara terbaik dalam mengelola lapas.

Yasonna menyebutkan, jumlah narapidana se-Indonesia mencapai 202.406 orang. Padahal, rata-rata kapasitas lapas secara nasional hanya untuk 118.000 orang.

"Saya berharap momen ini bisa memperkuat kerja sama kita, memberi ide-ide segar, mengembangkan (konsep) rehabilitasi penghuni, serta memberi mereka kesempatan kedua untuk menjadi warga negara yang beradab," kata Yasonna.

ACCFA 2017 merupakan konferensi arsitek dan perencana fasilitas pemasyarakatan se-Asia. Konferensi tersebut digelar mulai 6 hingga 10 Maret 2017 di Hotel Pullman.

Sebanyak 166 peserta dari negara ASEAN dijadwalkan hadir dalam konferensi tahunan ini. Negara itu antara lain Korea Selatan, Jepang, Srilanka, Bangladesh, dan Papua Niugini.

Selain itu, organisasi internasional seperti International Committee of the Red Cross (ICRC), United Nation Asia and Far East Institute for the Prevention of Crime and the Treatment of Offenders (UNAFEI), dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) juga turut ambil bagian.

Kompas TV Bagaimana dengan langkah pemerintah untuk memutus praktik bisnis gelap narkoba di Lapas? bagaimana pemerintah menjamin agar Lembaga Pemasyarakatan bersih dari praktik transaksi narkoba yang melibatkan bandar narkoba jaringan internasional dari luar Lapas? berikut adalah dialog dengan Humas BNN, Slamet Pribadi dan Dirjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Ham.

 


EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional
Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Megapolitan
10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

Nasional
Berita Populer: Perang 'Paling Sopan', hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Berita Populer: Perang "Paling Sopan", hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Internasional
Mobil Mendadak Berhenti di Tengah Jalan, 2 Penumpang Pingsan Usai Minum Jus

Mobil Mendadak Berhenti di Tengah Jalan, 2 Penumpang Pingsan Usai Minum Jus

Regional
Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

Regional
Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

Nasional
Survei 'Kompas': Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

Survei "Kompas": Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

Nasional
Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Nasional
Berita Populer Politik: Survei 'Kompas' Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

Berita Populer Politik: Survei "Kompas" Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

Nasional
Survei 'Kompas': JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

Survei "Kompas": JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

Megapolitan
Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

Megapolitan
Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

Regional

Close Ads X