Hoaks Sering Bermula dari Niat "Lucu-lucuan"

Kompas.com - 04/03/2017, 19:11 WIB
(Kiri-kanan) Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Imam Wahyudi, Manager Web Antara Foto Anton Santoso, dan Ketua Pewarta Foto Indonesia Lucky Pransiska dalam diskusi bertajuk Ambaranie Nadia K.M(Kiri-kanan) Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Imam Wahyudi, Manager Web Antara Foto Anton Santoso, dan Ketua Pewarta Foto Indonesia Lucky Pransiska dalam diskusi bertajuk
|
EditorKontributor Brisbane, Krisiandi
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Pol Rikwanto mengatakan, mayoritas masyarakat sebenarnya sudah memahami bahwa informasi bohong atau hoaks harus dihindari.

Namun, masih banyak masyarakat yang seolah kecanduan hoaks sebagai bahan lelucon di media sosial.

"Penyebaran hoaks memang salah, tapi ada adrenalin karena lucu-lucuannya, rasa ingin tahu, 'biar rasain lu', dan lain-lain. Akhirnya hoaks tersebar tanpa rasa tanggung jawab," ujar Rikwanto dalam diskusi bertajuk "Mengupas Jurnalisme Hoax" di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, Penyebaran informasi di media sosial nyaris tidak bisa dibendung.

(Baca: Putaran Kedua, Warga DKI Diharapkan Tidak Lagi Termakan Hoaks)

Sebuah informasi bisa tersebar di puluhan ribu akun media sosial dalam hitungan menit. Berdasarkan pengalaman Polri yang kerap menangani kasus hukum terkait hoaks, biasanya informasi sumir muncul saat ada momen.

Misalnya, banyak buzzer yang memanfaatkan momentum pemilihan presiden atau pemilihan kepala daerah.

Banyak berita hoaks yang dijadikan kampanye hitam untuk menyerang calon tertentu.

"Ada teman-teman buzzer yang digaji. Tujuannya terserah user, buat berita apa saja, bikin foto siapa, mau asal ada uang," kata Rikwanto.

Rikwanto mengaku miris saat mengetahui masyarakat lebih menggemari menyerap berita dari media sosial ketimbang koran atau media online arus utama.

Padahal, informasi yang beredar di Facebook ataupun grop Whats App tak seluruhnya merupakan kebenaran.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Sebut Akan Perbanyak Fasilitas Penguji Pemeriksaan Covid-19

Pemerintah Sebut Akan Perbanyak Fasilitas Penguji Pemeriksaan Covid-19

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Wahyu Setiawan

KPK Perpanjang Masa Penahanan Wahyu Setiawan

Nasional
Pemerintah Distribusikan 300.000 APD, 85.000 di antaranya ke Jakarta

Pemerintah Distribusikan 300.000 APD, 85.000 di antaranya ke Jakarta

Nasional
Evaluasi WFH ASN, Ini Manfaatnya Menurut Menpan RB Tjahjo Kumolo

Evaluasi WFH ASN, Ini Manfaatnya Menurut Menpan RB Tjahjo Kumolo

Nasional
Komnas HAM Minta Ada Jaminan Perlindungan Kesehatan bagi Petugas Penyelenggara Pilkada 2020

Komnas HAM Minta Ada Jaminan Perlindungan Kesehatan bagi Petugas Penyelenggara Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Minta Guru Fokus Mengajar, Tak Terbelit Urusan Administrasi

Jokowi Minta Guru Fokus Mengajar, Tak Terbelit Urusan Administrasi

Nasional
Komisioner KPU Minta Perppu Pilkada Tak Atur Waktu Pelaksanaan

Komisioner KPU Minta Perppu Pilkada Tak Atur Waktu Pelaksanaan

Nasional
Lapor ke Wapres, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Perbanyak Tes Covid-19

Lapor ke Wapres, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Perbanyak Tes Covid-19

Nasional
11 Kasus Baru dari Jateng, Ini Sebaran Pasien Meninggal akibat Covid-19

11 Kasus Baru dari Jateng, Ini Sebaran Pasien Meninggal akibat Covid-19

Nasional
Masyarakat Diingatkan soal Pencegahan DBD supaya Tak Memperparah Wabah Corona

Masyarakat Diingatkan soal Pencegahan DBD supaya Tak Memperparah Wabah Corona

Nasional
Menurut Ngabalin Ada Staf Positif Covid-19, KSP Akan Tes Seluruh Pejabat hingga Pegawai

Menurut Ngabalin Ada Staf Positif Covid-19, KSP Akan Tes Seluruh Pejabat hingga Pegawai

Nasional
Ini Sebaran Pasien Covid-19 di 32 Provinsi, Jakarta Catat 971 Kasus

Ini Sebaran Pasien Covid-19 di 32 Provinsi, Jakarta Catat 971 Kasus

Nasional
Sekjen MUI: Mudik Saat Terjadi Wabah Virus Corona Haram Hukumnya

Sekjen MUI: Mudik Saat Terjadi Wabah Virus Corona Haram Hukumnya

Nasional
Sejak Desember 2019, Pemerintah Sudah Periksa Covid-19 ke 7.400 Orang

Sejak Desember 2019, Pemerintah Sudah Periksa Covid-19 ke 7.400 Orang

Nasional
PSHK Nilai Perppu Stabilitas Ekonomi Hambat Pemda Ambil Kebijakan Keuangan Daerah

PSHK Nilai Perppu Stabilitas Ekonomi Hambat Pemda Ambil Kebijakan Keuangan Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X