Muhammad Sufyan
Dosen

Dosen Digital Public Relations Telkom University, Mahasiswa Doktoral Agama dan Media UIN SGD Bandung. Salah seorang pemenang call for paper Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu Indonesia KPU RI 2019.

Berkomunikasi ala Sunan Gunung Jati, Berterima Kasih kepada Orang Arab

Kompas.com - 03/03/2017, 07:02 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud shalat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerjasama bilateral Indonesia - Arab Saudi. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGRaja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud shalat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerjasama bilateral Indonesia - Arab Saudi.
EditorLaksono Hari Wiwoho

Dalam periode tersebut, segala tindak-tanduk maupun tutur katanya menekankan perilaku arif dan suri teladan cenderung tawadu. Ada beberapa petatah-petitihnya yang alih-alih menggunakan bahasa Arab karena beliau habib, tetapi menggunakan pendekatan lokal atau bahasa Jawa khas Cirebonan.

Terkait perilaku, misalnya, ada den Welas asih ing sepapada (harus menyayangi sesamanya) dan pemboraban kang ora patut anulungi (yang salah jangan ditolong).

Ada pula singkirna sifat kanden wanci (jauhi sifat yang tidak baik), duwehna sifat kang wanti (miliki sifat yang baik), amapesa ing bina batan (jangan serakah atau berangasan dalam hidup), serta angadahna ing perpadu (jauhi pertengkaran).

Sementara terkait laku Islami sendiri, antara lain yen sembahyang kungsi pucuke pnah (jika shalat harus khusyuk dan tawadu seperti anak panah yang menancap kuat).

Demikian pula yen puasa den kungsi tetaling gundewa (jika puasa harus kuat seperti tali gondewa), ibadah kang tetap (ibadah itu harus terus-menerus), manah den syukur ing Allah (hati harus bersyuklur kepada Allah), dan kudu ngahekaken pertobat (banyak-banyaklah bertobat).

Semuanya itu tidak instan. Komunikasi massa yang teguh hasilnya hingga kini jelas memerlukan proses tak sebentar. Sunan Gunung Jati melakukan dalam kurun waktu sangat panjang.

Maka itu, posisinya sebagai seorang ulama mendapat gelar Waliyullah, dan gelar Sayidin Panatagama atau dalam tradisi Jawa disebut sebagai wakil Tuhan di dunia (Lasmiyati, 1995: 33-34).

Kesimpulannya, komunikasi massa sang penyebar Islam di Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jakarta ini dilakukan dengan persuasif sekaligus intrusif pada saat tertentu secara konsisten dan berkesinambungan. Prinsip dakwah yang menekankan akhlak baik sangat ditonjolkan di kebanyakan momen dalam durasi waktu lama, namun tak segan membela kalam Allah SWT dengan pertempuran jika situasi menghendaki.

Akhir kata, mengutip petatah Sunan Gunung Jati, terkait kedatangan Raja Salman di Indonesia mulai 1 Maret 2017, maka marilah den bisa megeng ing nafsu (harus dapat menahan hawa nafsu) sekaligus aja ilok ngamad kang durung yakin (jangan suka mencela sesuatu yang belum terbukti kebenarannya).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Nasional
Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Nasional
Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
Jokowi Pilih 'Nusantara' Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Jokowi Pilih "Nusantara" Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Nasional
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Proyek Penyewaan Satelit di Kemenhan

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus Proyek Penyewaan Satelit di Kemenhan

Nasional
Update 17 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,69 Persen

Update 17 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,69 Persen

Nasional
Menpan RB: Rekrutmen ASN pada 2022 Difokuskan pada PPPK, Khususnya Guru dan Nakes

Menpan RB: Rekrutmen ASN pada 2022 Difokuskan pada PPPK, Khususnya Guru dan Nakes

Nasional
Ibu Kota 'Nusantara' Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Ibu Kota "Nusantara" Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Nasional
Update 17 Januari: 269.513 Spesimen Diperiksa, 'Positivity Rate' 3,7 Persen

Update 17 Januari: 269.513 Spesimen Diperiksa, "Positivity Rate" 3,7 Persen

Nasional
DPP PDI-P Undang Erick Thohir, Siti Nurbaya, dan Teten Masduki ke Diskusi di Sekolah Partai

DPP PDI-P Undang Erick Thohir, Siti Nurbaya, dan Teten Masduki ke Diskusi di Sekolah Partai

Nasional
Merasa Difitnah Pelapor di Kasus Terorisme, Munarman Akan Tuntut di Akhirat

Merasa Difitnah Pelapor di Kasus Terorisme, Munarman Akan Tuntut di Akhirat

Nasional
Tak Merasa Disindir Anies, PSI: Harusnya Balasannya Memastikan Sirkuit Formula E Tepat Waktu

Tak Merasa Disindir Anies, PSI: Harusnya Balasannya Memastikan Sirkuit Formula E Tepat Waktu

Nasional
Satgas: Penonton MotoGP Mandalika 2022 Akan Karantina dengan Sistem 'Bubble'

Satgas: Penonton MotoGP Mandalika 2022 Akan Karantina dengan Sistem "Bubble"

Nasional
Komnas HAM: Sepanjang 2020-2021 Pelanggaran Kebebasan Berpendapat Paling Banyak Terjadi di Ruang Digital

Komnas HAM: Sepanjang 2020-2021 Pelanggaran Kebebasan Berpendapat Paling Banyak Terjadi di Ruang Digital

Nasional
Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru 'Nusantara'

Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru "Nusantara"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.