Muhammad Sufyan
Dosen

Dosen Digital Public Relations Telkom University, Mahasiswa Doktoral Agama dan Media UIN SGD Bandung. Salah seorang pemenang call for paper Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu Indonesia KPU RI 2019.

Berkomunikasi ala Sunan Gunung Jati, Berterima Kasih kepada Orang Arab

Kompas.com - 03/03/2017, 07:02 WIB
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al Saud melakukan shalat tahiyatul masjid di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3/2017). Raja Salman berada di Masjid Istiqlal bersama Presiden Joko Widodo dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kenegaraan Raja Salman di Indonesia. TRIBUNNEWS / HERUDINRaja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al Saud melakukan shalat tahiyatul masjid di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3/2017). Raja Salman berada di Masjid Istiqlal bersama Presiden Joko Widodo dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kenegaraan Raja Salman di Indonesia.
EditorLaksono Hari Wiwoho

Komunikasi Sunan Gunung Jati 

Khususnya bersumber dari Sunardjo dan EH Unang dalam bukunya "Selayang Pandang Sejarah Masa Kejayaan Kerajaan Cirebon" terbitan Yayasan Keraton Kasepuhan Cirebon tahun 1996, ada beberapa catatan penting terkait cara komunikasi massa Sunan Gunung Jati.

Paling utama adalah pola komunikasinya yang kuat, yakni memandu dengan menjadi ulama sekaligus memimpin masyarakat dengan menjadi raja atau susuhunan.

Sunan Gunung Jati memimpin di Carbon--sebutan asli Cirebon--antara 1479 M dan 1568 M atau selama 89 tahun. Wilayah kedaulatan Carbon hingga 1530 M, hampir separuh lebih Provinsi Jawa Barat sekarang.

Penduduknya saat itu kurang lebih 600.000 orang dan sebagian besarnya beragama non-Muslim. Pelabuhan-pelabuhan penting di wilayah pantai utara Jawa Barat, seperti Banten, Sunda Kelapa, Lemah Abang, dan Muara Jati, seluruhnya dapat dikuasai oleh Carbon.

Pencapaian tersebut antara lain karena dalam kapasitasnya sebagai susuhunan, Sunan Gunung Jati memberlakukan pajak yang jumlah, jenis, dan besarnya disederhanakan sehingga tidak memberatkan rakyat yang baru terlepas dari kekuasaan kerajaan Sunda Galuh Pakuan Pajajaran (Sunardjo, 1996: 31-32).

Dalam posisinya sebagai raja ini pula, pengembangan agama Islam melalui komunikasi dakwah diprioritaskan dengan menyediakan sarana ibadat keagamaan dengan memelopori pembangunan Masjid Agung Sang Ciptarasa serta masjid-masjid jami di wilayah bawahan Carbon.

Selain itu, tradisi pengiriman pajak terasi kepada kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran yang biasanya diserahkan setiap tahun (sebagai bukti pengakuan Carbon akan kedaulatan Kerajaan Sunda) dihentikan Sunan Gunung Jati sebagai simbol pernyataan berdirinya Kasunanan Carbon.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Nasional
Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Nasional
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Nasional
Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.