Polri Diminta Usut Dugaan Perdagangan Organ Sri Rabitah - Kompas.com

Polri Diminta Usut Dugaan Perdagangan Organ Sri Rabitah

Kompas.com - 02/03/2017, 14:04 WIB
Ira Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi Anis Hidayah direktur eksekutif migrant care saat berkunjung di Banyuwangi Jumat (15/4/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pusat Studi Migrasi Migran Care Anis Hidayah mendorong Mabes Polri mengusut kasus dugaan hilangnya ginjal tenaga kerja Indonesia, Sri Rabitah.

Sri mengaku kehilangan ginjal saat menjadi TKI di Qatar pada 2014. Dia mengaku menjalani operasi pada 2014 tanpa persetujuan dirinya.

"Kami mendorong Mabes Polri proaktif menginvestigasi karena kasus perdagangan orang yang paling susah dibuktikan modus operandi penjualan organ tubuh," kata Anis di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Menurut Anis, meski terungkap, dalam banyak kasus perdagangan orang sering kali tidak sampai menjerat sindikat. 

(Baca: Dokter: Ginjal Sri Rabitah Utuh, tetapi Ada Selang yang Membatu)

Anis menuturkan, Mabes Polri dapat bekerja sama dengan interpol dalam mengusut kasus tersebut.

"Saya kira bisa bekerja sama dengan interpol untuk kasus ini. Kalau sudah begini jaringan internasional kan. Sindikat internasional. Mestinya sih bisa dilakukan kerjasama," ucap Anis.

Anis menyebutkan, Sri telah menjalani operasi pengambilan pipa di dalam tubuhnya pagi tadi. Pipa itu berisi batu yang telah berada di dalam tubuh Sri selama tiga tahun.

"Kami masih menunggu informasi lanjutan dari teman-teman di sana yang mendampinginya," ujar Anis.

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan WNI dan Bahan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) tengah mendalami sejumlah keterangan.

Direktur Jenderal PWNI-BHI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya dan Polda NTB meminta dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kondisi ginjal Sri.

(Baca: Kemenkes Diminta Audit Hasil Tes Kesehatan Sri Rabitah Sebelum Berangkat ke Qatar)

Selain itu, Kemenlu sudah memerintahkan Kedutaan Besar RI di Doha untuk meminta klarifikasi awal dari pihak rumah sakit.

"Kemlu telah meminta KBRI Doha untuk memintakan keterangan atau klarifikasi awal dari rumah sakit di Doha dan dari pihak-pihak yang disebutkan oleh Sri," ujar Iqbal.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, hasil pemeriksaan RSUD Mataram menyatakan bahwa ginjal Sri masih lengkap.

Namun, ditemukan benda menyerupai selang yang terpasang di dalam tubuh Sri. Benda tersebut untuk memperlancar aliran urine.

Kompas TV Sri Rabitah, sempat memaparkan kisah pahit yang dialaminya, saat tiba di Qatar. Tak hanya mendapat siksaan dari majikan, sri juga ternyata sempat mendapat perlakuan tidak manusiawi dari orang Indonesia yang menjadi agensi perwakilan perusahaan penampungan TKI di Qatar. Niat Sri Rabitah mencari penghidupan yang lebih baik dengan menjadi buruh migran di Qatar, terpaksa kandas di tengah jalan.


EditorKrisiandi
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X