Alasan Antasari Baru Blakblakan soal Kedatangan Hary Tanoe dan Pesan SBY

Kompas.com - 14/02/2017, 16:07 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan ucapan selamat kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru, Antasari Azhar (kiri), seusai melantik pimpinan KPK periode 2007-2011 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2007).
KOMPAS/ALIF ICHWAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan ucapan selamat kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru, Antasari Azhar (kiri), seusai melantik pimpinan KPK periode 2007-2011 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2007).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menjawab tanya publik soal dugaan rekayasa dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Setelah delapan tahun mendekam di penjara dan bebas murni Januari lalu, Antasari baru mantap menyebutkan sejumlah nama yang dia duga kuat berkaitan dengan kasus yang menjeratnya.

"Karena saya kira ini tepat waktunya," ujar Antasari di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Namun, Antasari enggan menjawab apa yang dia maksud dengan waktu yang tepat.

"Tadi kan sudah janji tidak ada pertanyaan," kata dia.

Antasari mengatakan, dua bulan sebelum dirinya ditangkap, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyambangi rumahnya pada malam hari.

(Baca: Antasari Sebut Hary Tanoe Diutus SBY Minta Aulia Pohan Tak Ditahan)

Hary mengaku diutus oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar KPK tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan tidak ditahan. Aulia merupakan besan SBY. Namun, Antasari menolak permintaan itu.

"Saya bilang tidak bisa. KPK sudah ada SOP-nya, tersangka, tahan," kata Antasari.

Namun, Hary memohon agar Antasari mengabulkan permintaannya. Namun, Antasari tetap pada sikapnya. Saat itu, kata Antasari, Hary mengingatkannya untuk berhati-hati. Antasari mengaku tak takut dengan ancaman itu.

"Saya sudah memilih profesi penegak hukum kok, risiko apa pun saya terima. Selesai saya ngomong hari ini, besok saya mati, saya siap," kata Antasari.

(Baca: Antasari: Saya Mohon Bapak SBY Jujur, Cerita Apa yang Beliau Perbuat)

"Kalau saya tidak bicara ini, kalau saya mati, Anda (wartawan) dalam misteri kan," kata dia.

Antasari mengaku telah berpikir panjang sebelum mengungkap cerita ini ke publik. Ia pun berani menanggung risikonya sekalipun menyangkut keamanannya.

"Saya merenung, kilas balik bahwa sejak kecil, saya diajari kejujuran oleh orangtua. Untuk itu, saya mohon kepada Bapak SBY jujur, beliau tahu perkara saya ini. Cerita, apa yang beliau alami dan beliau perbuat," kata Antasari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X