Kompas.com - 14/02/2017, 13:01 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim konstitusi nonaktif Patrialis Akbar meminta media massa untuk tidak membangun opini negatif terhadap dirinya.

Patrialis meminta wartawan mengedepankan prinsip praduga tak bersalah terhadap orang yang disangka melakukan tindak pidana.

"Saya minta kepada yang suka menulis, saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Tolonglah dibangun opini yang positif, jangan opini yang negatif," ujar Patrialis seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Patrialis meminta agar media massa tidak memberitakan opini atau isu yang belum tentu benar. Ia juga meminta agar media massa tidak memberitakan hal-hal tertentu dengan maksud untuk merugikan pihak yang sedang diberitakan.

"Janganlah suka ghibah, fitnah, gunjing untuk menghancurkan orang lain," kata Patrialis.

Mengenai proses hukum terhadap dirinya, Patrialis mengatakan, segala hal akan diungkap melalui persidangan.

"Jangan pakai praduga bersalah, pakai praduga tak bersalah," kata Patrialis.

Patrialis ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/1/2017). Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga  menerima suap sebesar sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar.

Pemberian dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman tersebut diduga agar Patrialis membantu mengabulkan gugatan uji materi UU Peternakan yang sedang diproses di Mahkamah Konstitusi.

Kompas TV Kasus Suap Hakim MK
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.