Hendropriyono Menyesalkan Pernyataan Akbar Faisal

Kompas.com - 10/02/2017, 11:11 WIB
Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim (kiri) secara simbolis memberikan buku kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) disaksikan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono saat peluncuran buku Tanah Air dan Udaraku Indonesia karya Chappy Hakim, di Jakarta, Rabu (29/7/2015). TRIBUN NEWS / IRWAN RISMAWANMarsekal TNI (Purn) Chappy Hakim (kiri) secara simbolis memberikan buku kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) disaksikan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono saat peluncuran buku Tanah Air dan Udaraku Indonesia karya Chappy Hakim, di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono merespons pernyataan Anggota DPR RI Fraksi Hanura Akbar Faisal yang disebarkan melalui pers release pada Kamis (9/2/2017).

Akbar menyebut, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim melakukan pemukulan terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura lain bernama Mukhtar Tompo saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Kamis kemarin.

Hendropriyono menyesalkan pernyataan Akbar yang dinilai gegabah itu.

"Akbar Faisal dengan menggebu-gebu mendapat panggung soal Freeport ini dengan menuduh Chappy Hakim memukul salah seorang anggota DPR. Buat kami para prajurit, cerita tersebut tidak masuk akal," ujar Hendro melalui siaran pers, Jumat (10/2/2017).

"Chappy yang kami kenal bukanlah tipe orang yang anggar jago. Dia itu bukan tukang pukul. Waktu menjabat KSAU saja terkenal sebagai orang yang rendah hati dan luwes bergaul dengan siapa saja," lanjut dia.

Ketua Umum PKPI itu juga menilai, Akbar Faisal sebenarnya merupakan pribadi yang menarik. Namun, pernyataan Akbar itu merusak penilaian Hendropriyono.

Apalagi, ketika Hendropriyono terjun langsung mencari informasi yang sebenar-benarnya soal peristiwa di rapat dengar pendapat itu, didapat kebenaran bahwa sebenarnya Chappy sama sekali tidak melakukan aksi pemukulan.

"Yang ada, Chappy Hakim menunjuk anggota DPR yang bicaranya mungkin tidak sopan sewaktu rapat dengar pendapat," ujar Hendropriyono.

Hendro juga mendapatkan informasi bahwa sebenarnya Akbar Faisal tidak berada di lokasi kejadian sehingga tidak melihat langsung peristiwa itu.

"Kami teman-teman Chappy Hakim yang sipil maupun militer menyesalkan press release Akbar Faisal yang tergesa-gesa dan dipaksakan tersebut," ujar Hendro.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir Presiden Ralat Pernyataan: Relaksasi Kredit untuk yang Terdampak Covid-19

Jubir Presiden Ralat Pernyataan: Relaksasi Kredit untuk yang Terdampak Covid-19

Nasional
Mahfud Sebut Koruptor Lebih Bagus Diisolasi di Lapas Ketimbang di Rumah

Mahfud Sebut Koruptor Lebih Bagus Diisolasi di Lapas Ketimbang di Rumah

Nasional
Mahfud: Tak Ada Rencana Pemerintah Beri Remisi atau Pembebasan Bersyarat ke Koruptor

Mahfud: Tak Ada Rencana Pemerintah Beri Remisi atau Pembebasan Bersyarat ke Koruptor

Nasional
Yasonna Klarifikasi Usul Pembebasan Napi Korupsi, OC Kaligis dan Jero Wacik Tetap Berpeluang Bebas

Yasonna Klarifikasi Usul Pembebasan Napi Korupsi, OC Kaligis dan Jero Wacik Tetap Berpeluang Bebas

Nasional
Wakil Ketua KPK Sebut Tak Ada Alasan bagi Yasonna Bebaskan Koruptor

Wakil Ketua KPK Sebut Tak Ada Alasan bagi Yasonna Bebaskan Koruptor

Nasional
Maklumat Penanganan Covid-19, Polri Akan Lakukan Pembubaran jika Masyarakat Tetap Berkumpul

Maklumat Penanganan Covid-19, Polri Akan Lakukan Pembubaran jika Masyarakat Tetap Berkumpul

Nasional
Pasien Covid-19 yang Sembuh Diyakini Punya Imunitas terhadap Virus Corona

Pasien Covid-19 yang Sembuh Diyakini Punya Imunitas terhadap Virus Corona

Nasional
Beri Klarifikasi, Wakil Ketua KPK Tolak Pembebasan Koruptor dengan Dalih Covid-19

Beri Klarifikasi, Wakil Ketua KPK Tolak Pembebasan Koruptor dengan Dalih Covid-19

Nasional
DPR Diminta Fokus Awasi Pemerintah Tangani Covid-19, Bukan Bahas RUU Cipta Kerja dan RKUHP

DPR Diminta Fokus Awasi Pemerintah Tangani Covid-19, Bukan Bahas RUU Cipta Kerja dan RKUHP

Nasional
Jokowi Diminta Benahi Komunikasi Publik Jajarannya soal Penanganan Covid-19

Jokowi Diminta Benahi Komunikasi Publik Jajarannya soal Penanganan Covid-19

Nasional
Wakil Jaksa Agung Meninggal Dunia, Jubir KPK: Salah Satu Jaksa Terbaik

Wakil Jaksa Agung Meninggal Dunia, Jubir KPK: Salah Satu Jaksa Terbaik

Nasional
MUI Minta Fatwa Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Dijadikan Pedoman

MUI Minta Fatwa Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Dijadikan Pedoman

Nasional
Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Publikasikan Peta Sebaran Covid-19 secara Rinci

Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Publikasikan Peta Sebaran Covid-19 secara Rinci

Nasional
Masyarakat yang Telanjur Mudik Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Masyarakat yang Telanjur Mudik Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Nasional
Jumlah Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pemerintah Khawatirkan Penularan dari OTG

Jumlah Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pemerintah Khawatirkan Penularan dari OTG

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X