Begini Cara Muslim Tionghoa di Masjid Lautze Rayakan Imlek...

Kompas.com - 31/01/2017, 06:41 WIB
Kompas TV Warga Tionghoa Masih Lakukan Peribadatan Hingga Malam
|
EditorBayu Galih

Selain itu, lanjut Hendra, dia berkunjung ke rumah orangtua sebagai ajang silahturahim. Menurut dia, walau dengan orang tua sudah berbeda keyakinan, tetapi bukan berarti putus tali silahturahim, apalagi ikatan orangtua dengan anak.

Bukan perayaan agama

Ali Karim yang merupakan Ketua Yayasan Haji Karim Oei, yayasan yang menaungi Masjid Lautze, menyatakan bahwa Imlek atau Tahun Baru China bukanlah perayaan agama.

Dia memaknai Imlek sebagai peringatan tahun baru berdasarkan kalender China.

"Jadi sebelum zaman Dinasti Han, para kaisar Tiongkok mencoba membuat kalender tapi gagal. Baru pada 104 sebelum masehi, saat masa Kaisar Wu dari Dinasti Han berkuasa ditetapkanlah bulan satu sebagai tahun baru China sampai sekarang ini," ucap Ali Karim kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin(30/01/2017).

Meski begitu, kata dia, pihak yayasan tidak melarang atau menganjurkan Muslim Tionghoa untuk merayakan Imlek.

"Kemarin anak-anak hari minggu pada dateng bawa makanan, ya silakan. Lagi pula Imlek itu silahturahim atau kumpul keluarga, makan sama-sama," ujar Ali Karim yang punya nama China, Oei Tek Lie.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X