Patrialis Akbar, Mantan Politisi Kedua yang Terjerat Korupsi di MK

Kompas.com - 27/01/2017, 05:05 WIB
Akil Mochtar (kiri) saat masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Patrialis Akbar berbincang sebelum mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8/2013). Patrialis Akbar menggantikan Achmad Sodiki yang segera pensiun pada Agustus 2013 ini. Selain kedua hakim tersebut, Presiden juga melantik hakim konstitusi Maria Farida Indrati. KOMPAS/RIZA FATHONIAkil Mochtar (kiri) saat masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Patrialis Akbar berbincang sebelum mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8/2013). Patrialis Akbar menggantikan Achmad Sodiki yang segera pensiun pada Agustus 2013 ini. Selain kedua hakim tersebut, Presiden juga melantik hakim konstitusi Maria Farida Indrati.
Penulis Bayu Galih
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan hakim konstitusi Patrialis Akbar sebagai tersangka.

Patrialis disangka menerima suap sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura atau total sekitar Rp 2,15 miliar dari importir daging.

Suap tersebut terkait uji materi UU Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang tengah ditangani MK.

Menurut KPK, Patrialis menjanjikan BHR, importir daging, akan membantu agar uji materi tersebut dikabulkan MK.

(baca: KPK: Patrialis Janjikan Uji Materi UU No 41/2014 Dikabulkan MK)

BHR yang memiliki 20 perusahaan ingin uji materi dikabulkan agar bisnis impor dagingnya dapat lebih lancar.

Sepanjang sejarah berdirinya MK, ini merupakan kali kedua terungkapnya kasus korupsi di Mahkamah Konstitusi oleh KPK.

Sebelumnya, KPK menjerat Akil Mochtar selaku Ketua MK, dalam suap terkait penanganan sengketa pilkada.

Sampai tingkat kasasi, Akil divonis bersalah dengan hukuman seumur hidup.

Adapun, kesamaan kedua kasus korupsi yang terjadi di MK tersebut adalah sama-sama menjerat mantan politisi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X