TNI Siapkan Penanganan Potensi Ricuh Pilkada

Kompas.com - 26/01/2017, 07:28 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama KSAU Marsekal TNI Tjahjanto dan Marsekal Agus Supriatna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/1/2017) Lutfy Mairizal PutraPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama KSAU Marsekal TNI Tjahjanto dan Marsekal Agus Supriatna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/1/2017)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorSabrina Asril

CILODONG, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan, TNI siap membantu Polri dalam mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi daerah yang bakal digelar di 101 wilayah di Tanah Air. Seluruh potensi ancaman keamanan dalam pelaksanaan pilkada serentak yang akan dilangsungkan pada 15 Februari mendatang, telah diantisipasi.

"Kita harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk, tapi jangan berprasangaka yang tidak-tidak. Sehingga, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dan tenang. Karena ini pesta jadi kan bergembira," kata Panglima usai memberikan arahan pada Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2017 di Markas Divisi Infanteri I/Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Rabu (25/1/2016).

Gatot mengaku, ada sejumlah daerah yang mendapat atensi khusus pada pelaksanaan pilkada serentak mendatang, seperti DKI Jakarta dan Aceh. Meski begitu, ia meminta, masyarakat tak perlu khawatir. TNI dan Polri telah menyiapkan hal terbaik untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan.

"Semoga yang lain aman-aman saja," harap dia.


Gatot menambahkan, dalam menjalankan tugas pengamanan, TNI akan menerjunkan tim intelijen serta aparat teritorial, mulai dari bintara pembina desa (babinsa), komandan rayon militer (danramil), hingga komandan daerah militer (dandim).

Nantinya, mereka akan diterjunkan untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan guna dilaporkan kepada pimpinan satuan masing-masing dan aparat kepolisian setempat.

"Para komandan inilah yang di lapangan nantinya. Sehingga, saya harus tegaskan benar, tidak ada keraguan nantinya dalam melaksanakan tugasnya," ujarnya.

Lebih jauh, Panglima juga menegaskan, posisi TNI yang netral pada perhelatan pilkada serentak tersebut. Ia pun meminta peran aktif masyarakat bila mendapati adanya kecurangan dalam proses pemilihan yang melibatkan TNI.

"Tolong disampaikan namanya siapa, pangkatnya apa, tempatnya dimana, dan apa yang dilakukan. Segera akan saya gerak, segera ditindak," ucap Gatot.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X