Sistem Tertutup Dinilai Akan Membuat Oligarki Partai Semakin Kuat

Kompas.com - 25/01/2017, 23:04 WIB
Pengamat politik Hanta Yudha Kompas.com/SABRINA ASRILPengamat politik Hanta Yudha
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai, sistem pemilu tertutup secara tak langsung membuat oligarki partai politik (parpol) semakin kuat.

Hal itu disampaikan Hanta dalam sebuah diskusi di Komlpleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

"Dengan sistem pemilu tertutup, bagi calon anggota legislatif (caleg) lebih mudah karena hanya membelanjakan untuk 20 sampai 50 orang, sehingga politik kita semakin oligarki. Tanpa itupun sebenarnya partai sudah oligarki," kata Hanta.

Ia mengatakan, salah satu tujuan pemilu memang menghasilkan pemerintahan yang efektif.

Namun, penguatan partisipasi masyarakat dalam pemilu juga perlu dipertimbangkan.

Dengan sistem terbuka, menurut Hanta, maka relasi antara pemilih dan caleg semakin kuat. Hal itu akan semakin mendorong caleg untuk bertanggung jawab menjalankan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

"Demokrasi itu yang esensial partisipasi publiknya, dan itu yang makin kecil ruang partisipasinya kalau tertutup. Kalau demokrasi, semakin tinggi partisipasi publik itu semakin baik," lanjut Hanta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X