Kompas.com - 24/01/2017, 15:25 WIB
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberi sambutan  saat acara deklarasi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/5/2014). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa akan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014 pada 9 Juli 2014 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKetua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberi sambutan saat acara deklarasi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/5/2014). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa akan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014 pada 9 Juli 2014 mendatang.
EditorSabrina Asril

KOMPAS - Dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-53, Selasa, 25 Januari 2000, Megawati Soekarnoputri berada di Kota Ambon yang sedang panas membara karena konflik.

Ketika itu Megawati melaksanakan tugasnya sebagai wakil presiden. Mega mengunjungi Masjid Al Fatah dan kemudian ke Gereja Maranata. Ketika berkeliling kota yang porak poranda, Mega disambut tepuk tangan dan teriakan tangis masyarakat yang berdiri di tepi jalan.

Dengan menitikkan air mata, Megawati berbicara kepada tokoh agama dan masyarakat.

"Orang yang namanya Bung Karno yang menyerahkan Masjid Besar Al Fatah dan Gereja Maranata. Bung Karno tahu bahwa kedua kelompok yang berbeda agama ini bisa hidup berdampingan," kata Megawati yang semula membuat hadirin hening, diam seribu bahasa.

Namun, tiga menit kemudian hadirin bertepuk tangan.

Itulah cuplikan kecil salah satu peristiwa tentang Megawati, yang bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri. Ia dilahirkan di Kampung Ledok Ratmakan, tepi barat Sungai Code, Yogyakarta, 23 Januari 1947.

Ketika ia dilahirkan Ibu Fatmawati, Presiden Soekarno sedang dibuang Belanda di Pulau Bangka. Dengarkan beberapa orang bicara tentang presiden ke-5 RI ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bupati Bojonegoro (Jawa Timur) Suyoto alias Kang Yoto bertatap muka langsung dengan Megawati tahun 2001. Ketika itu Kang Yoto sebagai pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

"Beliau konsisten, tidak larut dalam kepedihan dan tidak goyah dalam kemenangan. Mbak Mega, teruslah jadi karang dan jangkar perjuangan membangun negeri," ujar Kang Yoto, senada dengan para tokoh Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP).

Siti Zuhro dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, Megawati adalah pemimpin paling tangguh di Indonesia setelah Soekarno dan Soeharto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri PPPA Sebut PJJ Berisiko Tingkatkan Jumlah Pekerja Anak di Indonesia

Menteri PPPA Sebut PJJ Berisiko Tingkatkan Jumlah Pekerja Anak di Indonesia

Nasional
Safenet: Perbaikan UU ITE Seperti Menunggu Lebaran Kuda

Safenet: Perbaikan UU ITE Seperti Menunggu Lebaran Kuda

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 7 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 7 Saksi

Nasional
UPDATE: 141.187 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate Versi PCR Capai 49,07 Persen

UPDATE: 141.187 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate Versi PCR Capai 49,07 Persen

Nasional
UPDATE 23 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.817.303

UPDATE 23 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.817.303

Nasional
UPDATE 23 Juni: Bertambah 303, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 55.594 Orang

UPDATE 23 Juni: Bertambah 303, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 55.594 Orang

Nasional
UPDATE 23 Juni: 12.640.041 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 23 Juni: 12.640.041 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 23 Juni: Sebaran 15.308 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, DKI Tertinggi

UPDATE 23 Juni: Sebaran 15.308 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 23 Juni: Ada 160.524 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Juni: Ada 160.524 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Kemendikbud-Ristek: Indonesia Diprediksi Kekurangan 1,3 Juta Guru hingga 2024

Kemendikbud-Ristek: Indonesia Diprediksi Kekurangan 1,3 Juta Guru hingga 2024

Nasional
Kepada Mahasiswa Unhas, Gus Menteri Minta Mereka Bertindak Jika Mendapati BUMDes Merugikan Masyarakat

Kepada Mahasiswa Unhas, Gus Menteri Minta Mereka Bertindak Jika Mendapati BUMDes Merugikan Masyarakat

Nasional
UPDATE 23 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 124.022

UPDATE 23 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 124.022

Nasional
Duduk Perkara Polemik Ivermectin yang Ramai Setelah Disebut Obat Terapi Covid-19

Duduk Perkara Polemik Ivermectin yang Ramai Setelah Disebut Obat Terapi Covid-19

Nasional
Bertambah 15.308 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Rekor Tertinggi Selama Pandemi

Bertambah 15.308 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Rekor Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Cegah Kerumunan, Kemenag Atur Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha Berlangsung dalam 3 Hari

Cegah Kerumunan, Kemenag Atur Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha Berlangsung dalam 3 Hari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X